Kemendagri dan KAS Jerman Kolaborasi Tingkatkan Digitalisasi Pemerintahan di Era Digital

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman Perwakilan Indonesia dan Timor Leste berkolaborasi meningkatkan digitalisasi pemerintahan di era digital.

Kerja sama ini diwujudkan melalui Workshop Digital Government Transformation bertema Government Strategy in The Digital Era.

Penyelenggaraan workshop yang juga melibatkan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Makassar ini berlangsung di Hotel Arthama, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada 12 – 14 Juni 2024.

Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono mengatakan, workshop kolaborasi ini merupakan inisiatif yang bagus dalam rangka meningkatkan transformasi digital di Indonesia.

Hal ini sangat penting untuk mempercepat pelayanan serta membangun kepercayaan kepada lembaga, apalagi pada tahun lalu, BPSDM dan rombongan telah memenuhi undangan KAS Jerman untuk studi strategis ke Berlin dan Dresden mengenai transformasi digital.

Sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo, kata Sugeng, pemerintah pusat dan daerah memerlukan alat untuk mendukung visi Indonesia 2045 yang dibuat dalam rangka mewujudkan negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Dia menyebutkan, setidaknya ada empat pilar transformasi digital yang perlu dipahami, yaitu budaya, keterampilan, keamanan, dan peminimalan penyimpangan.

“Presiden telah meluncurkan Govtech dengan nama Inadigital, sebuah superapps yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah. Untuk mencapai visi 2045, kita memiliki lima sasaran, delapan misi, dan 17 arah pembangunan yang diukur dengan 40 indikator kinerja,” kata Sugeng saat acara pembukaan.

Dengan demikian, Kemendagri berharap workshop ini bisa memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi SDM dalam menghadapi era digitalisasi dan memperkuat kolaborasi antarberbagai pihak untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.

Di sisi lain, Country Director KAS Jerman Perwakilan Indonesia dan Timor Leste Dennis Suarsana menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini.

Baca Juga:  Pemerintah Percepat Integrasi Layanan Digital Nasional

Menurutnya, kemajuan bangsa terkait digitalisasi publik bukanlah pilihan, melainkan keharusan.

‚ÄúPerkembangan teknologi telah membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Indonesia harus beradaptasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dennis pun menekankan manfaat digitalisasi administrasi publik. Digitalisasi, lanjutnya, memungkinkan pelayanan lebih cepat, menghemat waktu dan biaya operasional, serta meningkatkan akuntabilitas, mengurangi peluang korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Selain itu, digitalisasi memungkinkan partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam memantau perkembangan kebijakan pemerintah, menciptakan hubungan erat antara masyarakat dengan pemerintah. Meski begitu, dirinya tidak menafikan pula adanya tantangan yang harus diatasi ke depan.

“Kita harus menghadapi berbagai tantangan seperti infrastruktur yang belum merata, kesenjangan SDM, dan hambatan lainnya. Oleh karena itu, perlu kerja sama sinergis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya. I

Kirim Komentar