Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat kerja sama lintas kementerian untuk mengembangkan ekosistem ekonomi haji nasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan strategis dengan Kementerian Perdagangan (kemendag), yang fokus pada dukungan perdagangan bagi kebutuhan haji dan umrah, sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.
Pertemuan ini menitikberatkan pada koordinasi antarinstansi dan antarsektor untuk memastikan rantai pasok komoditas haji berjalan lancar.
Kemendag memiliki peran penting, terutama dalam memfasilitasi ekspor, impor, dan pemasaran produk Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) Indonesia ke pasar internasional.
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi menekankan pentingnya langkah ini, apalagi Kemendag memiliki peran strategis dalam mendukung ekspor produk Indonesia ke Arab Saudi.
“Kita semua harus terus bersanding, saling mendukung agar ekosistem ekonomi haji berkembang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, pertemuan ini membahas rencana Ekspo UMKM Haji dan Umrah, sebuah program yang mendorong partisipasi UMKM nasional.
Kegiatan ini diharapkan membuka peluang pasar lebih luas bagi produk-produk lokal dan meningkatkan peran UMKM dalam rantai nilai ekonomi haji.
Jaenal juga memperkenalkan pengembangan platform UMKM Haji, sebuah inovasi digital yang memudahkan jemaah membeli oleh – oleh secara daring.
“Platform ini memungkinkan jemaah mendapatkan oleh-oleh tanpa harus membawanya langsung dari Arab Saudi. Dengan begitu, nilai ekonomi dari aktivitas belanja tetap berputar di dalam negeri,” tuturnya.
Selain itu, platform ini ditargetkan siap diluncurkan pada Maret 2026, dengan dukungan Kemendag untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar kualitas dan kualifikasi.
Dalam pertemuan ini, pihak Kemendag juga menekankan pentingnya standar kualitas dan sertifikasi produk, khususnya untuk makanan yang akan dipasarkan ke jemaah haji, dengan tujuan untuk memastikan keamanan, kebersihan, serta kenyamanan bagi konsumen.
Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, untuk produk makanan, menekankan pentingnya sertifikasi halal resmi.
“Setiap produk yang telah bersertifikat menjamin kualitas, kebersihan dan kesehatan, sehingga jemaah dapat berbelanja dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Melalui penguatan kolaborasi lintas kementerian ini, Ditjen PE2HU optimistis ekosistem ekonomi haji dan umrah akan terus berkembang, sekaligus meningkatkan kontribusi produk nasional dan UMKM dalam perekonomian haji. I
