Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla terhadap Operasional Penerbangan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) terus memantau pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan dan dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandar udara (bandara).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan bahwa jarak pandang (visibility) merupakan salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan.

Apabila berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, lanjutnya, penerbangan dapat ditunda, dialihkan maupun dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman.

Asap tebal berdampak pada operasional Bandara Singkawang (SKJ) dan menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Pada 16 Agustus 2026, dengan jarak pandang sekitar 3.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan jumlah 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK) – Bandara Singkawang (SKJ) dan 153 penumpang SKJ-CGK.

Maskapai Super Air Jet terdampak dengan 180 penumpang CGK-SKJ dan 87 penumpang SKJ-CGK.

Pada 18 Agustus 2026, jarak pandang sekitar 2.000 meter, TransNusa terdampak masing – masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan maskapai Super Air Jet masing – masing 180 dan 179 penumpang.

Sementara itu, pada 19 Agustus 2026, jarak pandang sekitar 2.500 meter, TransNusa terdampak masing – masing 164 dan 165 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK, sedangkan Super Air Jet masing – masing 180 penumpang pada kedua rute tersebut.

Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan di tujuh bandar udara, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.

Baca Juga:  Aliansi Buruh dan Pemprov Banten Sepakat Jaga Hubungan Industrial

Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua dan Melalan beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau.

Pada wilayah Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, Bandara H. Asan, Bandara H.Muhammad Sidik, Bandara Tumbang Samba, Bandara Kuala Kurun, Bandara Kuala Pembuang, Bandara Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu.

Sdementara itu, Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.

Dampak asap di Bandara Iskandar – Pangkalan Bun (PKN) menyebabkan keterlambatan penerbangan NAM Air, yaitu CGK – PKN dari pukul 07.00 menjadi pukul 08.50 WIB, PKN – SRG dari pukul 07.30 menjadi pukul 09.38 WIB, SRG – PKN dari pukul 10.15 menjadi pukul 12.05 WIB, dan rute PKN – SUB dari pukul 10.45 menjadi pukul 12.34 WIB.

Pada Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan beroperasi normal, sedangkan bandara lainnya terus dipantau.

Ditjen Perhubungan Udara menginstruksikan seluruh penyelenggara bandara dan operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta memantau cuaca dan jarak pandang secara berkala.

Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu – waktu.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai, bandara, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” tutur Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait terus berkoordinasi memantau perkembangan karhutla di seluruh wilayah Indonesia dan dampaknya terhadap penerbangan. B

Kirim Komentar