Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027).
Kesiapan ini, kata Menhub Dudy Purwagandhi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi nasional menekankan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Nataru.
“Natal dan Tahun Baru adalah waktu yang berarti bagi banyak keluarga. Mereka memercayakan keselamatan perjalanannya kepada kita. Kepercayaan itu harus dijawab dengan persiapan yang sungguh – sungguh. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Nataru,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 di Kantor Kemenhub, Jakarta.
Menurut Menhub, kesiapan penyelenggaraan Nataru tidak hanya bergantung pada ketersediaan armada, tetapi juga membutuhkan kesiapan seluruh aspek pendukung transportasi.
Dia menjelaskan, ada enam faktor utama yang penting untuk diperhatikan oleh seluruh operator dan pemangku kepentingan guna mewujudkan Angkutan Nataru yang selamat dan aman.
Pertama, memastikan armada dan prasarana laik operasi dan memenuhi persyaratan keselamatan melalui pemeriksaan atau ramp check.
Kedua memastikan awak dan petugas dalam kondisi sehat dan kompeten.
Ketiga, memastikan kapasitas angkutan maupun kepadatan dapat diantisipasi berdasarkan data dan kondisi lapangan.
Keempat, memastikan informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional, terutama untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan daerah rawan bencana.
Kelima, memastikan kesiapan penanganan keadaan darurat.
Keenam, memberikan pelayanan yang tertib, transparan dan manusiawi dengan memberikan perhatian, termasuk pemenuhan informasi perjalanan dan fasilitas bagi seluruh pengguna jasa transportasi.
“Kita membutuhkan keselamatan dan keamanan, sinergi dan kolaborasi, perhatian terhadap detail, serta kesiapan menghadapi ketidakpastian,” jelasnya.
Rutinitas tahunan tidak boleh membuat lengah, dia menambahkan, rambu yang tertutup dan alat keselamatan yang tidak berfungsi atau informasi yang terlambat harus segera diperbaiki.
Dalam mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat cuaca ekstrem, Kemenhub memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta pengelola prasarana.
“Langkah yang disiapkan meliputi pemetaan titik rawan banjir dan longsor, antisipasi gelombang tinggi dan angin kencang, penyediaan jalur alternatif, serta kesiapan sarana dan petugas di lokasi yang berpotensi terdampak,” tutur Menhub.
Kemenhub juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Nataru sebelumnya sebagai bahan perbaikan pelayanan pada tahun ini.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan layanan mudik gratis, penambahan sarana transportasi di lintasan penyeberangan padat, seperti Merak – Bakauheni dan Ketapang – Gilimanuk, pengaturan lalu lintas dan penyeberangan, serta penambahan fasilitas umum di simpul – simpul transportasi yang ramai.
“Saya meminta setiap pimpinan operator menyiapkan rencana operasi Nataru yang memuat kesiapan armada dan awak, pengendalian risiko, penanganan kepadatan, serta rencana kedaruratan,” ungkapnya.
Menhub meminta kepada jajaran Kementerian Perhubungan, lakukan pengawasan secara konsisten, objektif dan memastikan setiap temuan diselesaikan.
“Tangani pelanggaran keselamatan secara tegas sesuai kewenangan dan ketentuan. Selama masa operasi, lakukan evaluasi harian dan sesuaikan langkah ketika kondisi berubah,” tuturnya.
Guna mendukung pemantauan penyelenggaraan angkutan, Kemenhub merencanakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2026/2027 pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027 selama 20 hari.
Posko ini akan menjadi sarana koordinasi dan pemantauan kondisi transportasi secara terpadu bersama stakeholder, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat.
Menhub mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dan menjalankan tanggung jawab masing – masing dalam menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Nataru 2026/2027.
“Keberhasilan Nataru, kita ukur dari keselamatan masyarakat dan mutu pelayanan yang masyarakat rasakan sejak berangkat hingga kembali ke rumah. Di balik setiap tiket terdapat seseorang yang ditunggu keluarganya. Itulah tanggung jawab yang kita emban bersama,” katanya.
Turut Hadir Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kepala Korlantas Polri Aries Syahbudin, Ketua KNKT Ahmad, para pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pertama di lingkungan Kementerian Perhubungan, para direktur utama mitra kerja Kementerian Perhubungan, serta para ketua asosiasi bidang transportasi. I
