Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Grab Bintang 5 Awards 2026 sebagai upaya mendorong pelaku usaha kuliner terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat posisi gastronomi Indonesia sebagai salah satu daya tarik utama pariwisata nasional.
Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya memberikan apresiasi kepada pelaku usaha kuliner, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat industri gastronomi nasional sebagai salah satu penggerak ekonomi dan daya tarik pariwisata Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada Grab Indonesia atas inisiatif yang baik ini, terlebih karena dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Wonderful Indonesia. Ajang ini tidak hanya mengangkat industri kuliner dan pelaku usahanya, tapi juga memperkuat peran gastronomi sebagai satu penggerak ekonomi dan pariwisata Indonesia,” katanya dalam acara yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Wamenpar menjelaskan, penghargaan tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata dalam mendorong pariwisata berkualitas yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni marine tourism, wellness tourism dan gastro tourism.
Ketiga pilar tersebut diarahkan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi wisatawan maupun masyarakat.
Dia menambahkan, wisata gastronomi memiliki karakter yang berbeda dengan wisata kuliner pada umumnya.
Gastronomi tidak hanya berfokus pada cita rasa makanan, tetapi juga mengajak wisatawan memahami sejarah, budaya, tradisi, proses pengolahan hingga nilai – nilai yang melatarbelakangi sebuah hidangan.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata gastronomi. Dari Sabang hingga Merauke, beragam kuliner tradisional hadir dengan cerita, filosofi dan warisan budaya yang mencerminkan kekayaan identitas bangsa,” ungkapnya.
Bagi Indonesia, lanjut Wamenpar, gastronomi tidak hanya berperan sebagai daya tarik wisata, tapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Rantai nilai gastronomi melibatkan petani, nelayan, pelaku UMKM, pengrajin pangan lokal hingga pelaku usaha kuliner yang tersebar di berbagai daerah,” tegasnya.
Oleh karena itu, dia menambahkan, penguatan wisata gastronomi diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi pariwisata secara lebih merata.
Melalui pengembangan wisata gastronomi, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan budaya, alam dan kehidupan masyarakat di destinasi yang mereka kunjungi.
“Kami ingin menguatkan posisi gastronomi Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pelengkap perjalanan wisata, tapi menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia. Kami juga ingin mengajak wisatawan mengenal dan memahami cerita di balik setiap hidangan, karena setiap makanan memiliki sejarah dan nilai budaya yang unik,” ujar Wamenpar.
Dia menilai, tren wisata global saat ini menunjukkan semakin banyak wisatawan mencari pengalaman yang autentik dan berbasis budaya lokal.
“Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikan kekayaan kuliner nusantara sebagai salah satu alasan utama wisatawan berkunjung dan memperpanjang masa tinggal mereka di destinasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar juga menyampaikan apresiasi atas hadirnya kategori Wonderful Indonesia Favorite Flavor dalam Grab Bintang 5 Awards 2026.
Kategori ini memberikan penghargaan kepada merchant pilihan di destinasi pariwisata prioritas yang menghadirkan cita rasa khas nusantara dan telah menjadi ikon kuliner di kalangan wisatawan.
Menurut Wamenpar, penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha kuliner untuk terus menjaga kualitas, melestarikan kekayaan kuliner daerah dan meningkatkan daya tarik gastronomi Indonesia di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kategori ini diharapkan semakin memotivasi para pelaku usaha kuliner untuk terus mengembangkan kekayaan gastronomi daerahnya, karena warisan kuliner Indonesia memiliki nilai yang tinggi dan menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan,” kata Ni Luh Puspa.
Dia juga menyoroti peran Grab Indonesia sebagai mitra strategis Kementerian Pariwisata sejak tahun 2018 melalui program co-branding Wonderful Indonesia.
Berbagai kolaborasi yang terjalin selama ini dinilai telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung promosi pariwisata, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia. I
