BGN Tegaskan SPPG Tetap Berjalan

Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BGN menegaskan, layanan tetap berjalan sambil dilakukan pembenahan tata kelola dan validasi data internal.

Wakil Kepala BGN Trenggono menjelaskan, keramaian yang sempat terjadi di lobi kantor BGN berasal dari sejumlah perwakilan daerah yang ingin meminta penjelasan terkait operasional program di wilayah mereka.

“Hanya beberapa orang. Sudah kami akomodir dengan mengundang pimpinannya untuk bertemu dan kami ajak ke atas. Mereka dari Sumba Barat, Nias dan Sorong yang mempertanyakan kenapa operasional belum berlanjut, serta semuanya sudah dijelaskan serta mereka menerimanya,” ujar Trenggono.

Menurutnya, BGN memilih berdialog langsung dengan para perwakilan daerah untuk menyerap aspirasi, sekaligus memberikan penjelasan terkait perkembangan program. “Kami hadapi semuanya, kami ajak ke atas dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan aspirasinya.”

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan, operasional SPPG tetap berjalan meskipun saat ini lembaga tersebut sedang melakukan penataan ulang data dan sistem administrasi.

Dia menambahkan, berdasarkan data terbaru terdapat 27.877 dapur SPPG yang telah memiliki virtual account untuk menerima dana operasional.

“Saat saya masuk, tata kelola tentu harus melihat data yang ada. Ada berbagai versi data, sehingga kami mengambil acuan yang paling akhir, yaitu jumlah virtual account, karena itu menjadi dasar penyaluran dana operasional,” ungkapnya.

Dia menegaskan, proses transisi kepemimpinan membuat BGN perlu melakukan sinkronisasi data agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Karena masa peralihan, kami mengharapkan operasional tetap berjalan. Virtual account tetap diisi dan operasional tetap berlangsung,” katanya.

Agustina juga membantah isu penghentian sementara seluruh operasional SPPG yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kalau ada yang menyuarakan seperti itu, kami yakin itu hoaks. Kami memantau proses top up dana operasional terus berjalan sehingga menjawab isu penghentian sementara SPPG,” tuturnya.

Meski demikian, BGN mengakui masih menemukan sejumlah persoalan administratif yang membutuhkan pembenahan, termasuk perbedaan data internal dan keberadaan dapur SPPG yang belum memiliki virtual account.

“Kami akan menata ulang setelah mengetahui beberapa permasalahan. Data internal berbeda versi, sehingga membuat kami harus melakukan pembenahan agar titik awal kebijakan menjadi jelas,” jelasnya.

Untuk sementara, BGN melakukan penyesuaian terhadap unit yang belum memiliki virtual account hingga proses verifikasi selesai dilakukan.

“Yang belum memiliki virtual account, kami hentikan dahulu sambil melihat detail permasalahannya. Kami tidak bisa membuat kebijakan sebelum mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan,” tuturnya. I

Kirim Komentar