Bertepatan dengan momentum Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap 27 September, Kementerian pariwisata (Kemenpar) meluncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 sebagai referensi strategis bagi para pemangku kepentingan dalam membaca dinamika, menangkap peluang, mengantisipasi tantangan dan menentukan arah pengembangan pariwisata menuju 2027.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, Hari Pariwisata Dunia tidak semata menjadi momentum perayaan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan perjalanan sektor pariwisata sekaligus mempersiapkan langkah ke depan di tengah lanskap global yang terus berubah.
“Lanskap pariwisata global bergerak sangat dinamis. Mulai dari ketidakpastian geopolitik, tantangan iklim hingga pesatnya perkembangan kecerdasan buatan membawa tantangan sekaligus peluang baru,” katanya.
Di tengah berbagai dinamika tersebut, pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja positif.
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 8,98 juta kunjungan atau tumbuh 5,23% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut, kata Menpar, menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pariwisata nasional.
Namun, Menpar mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak lekas berpuas diri.
“Daya saing yang tetap kuat perlu diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas pertumbuhan pariwisata,” ungkapnya.
Pertumbuhan pariwisata ke depan diharapkan tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata yang semakin berkualitas, nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan manfaat yang semakin nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Menghadapi tahun depan, kita harus melangkah menuju pertumbuhan yang lebih kuat. Untuk itu, Indonesia Tourism Outlook hadir sebagai kompas bersama dalam membaca perubahan, mengenali peluang, dan mengantisipasi risiko,” tutur Menpar.
Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 disusun dengan mempertimbangkan perspektif para ahli di bidang pariwisata melalui expert survey dan wawancara dengan pelaku usaha dan mitra yang terlibat dalam berbagai program unggulan Kemenpar.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan perspektif kebijakan dengan perkembangan dan kebutuhan industri.
Dengan demikian, Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 tidak hanya memotret kondisi pariwisata, tetapi juga memberikan gambaran mengenai peluang, tantangan dan prioritas yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata Indonesia ke depan.
Buku Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 dapat diunduh melalui laman https://kemenpar.id/ito20262027.
Kehadiran Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 juga diharapkan dapat memperkuat pijakan dalam perumusan kebijakan pemerintah, menjadi referensi strategis bagi pelaku industri pariwisata nasional dan mempererat kolaborasi lintas sektor untuk membangun pariwisata Indonesia yang semakin tangguh, berkualitas, inklusif, serta berkelanjutan.
Kolaborasi menjadi semakin penting karena keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan industri, akademisi, komunitas, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kesamaan arah dan pemahaman terhadap perubahan menjadi modal untuk memastikan pariwisata mampu memberikan nilai yang lebih besar bagi Indonesia.
“Dengan semangat Hari Pariwisata Dunia, semoga dokumen ini memperkuat pijakan kebijakan, menjadi acuan para pelaku industri, dan mempererat kolaborasi kita semua,” ungkap Menpar. I
