Kemenpar Pastikan Destinasi Pariwisata Indonesia Tetap Aman

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memastikan destinasi pariwisata di Indonesia tetap aman bagi wisatawan di tengah konflik global dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama.

“Sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas dan perjalanan lintas negara,” katanya didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Oleh karena itu, dia menambahkan, dinamika yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah dapat memunculkan ketidakpastian dalam perjalanan internasional, baik bagi wisatawan maupun industri pariwisata global.

Menyikapi kondisi tersebut, Kemenpar terus melakukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia.

“Salah satu strategi yang dirumuskan adalah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara – negara dengan akses perjalanan yang stabil, seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Oseania,” jelasnya.

Selain melakukan pergeseran target pasar, Kemenpar juga mengintensifkan promosi pariwisata Indonesia melalui kampanye digital yang lebih masif, meningkatkan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event lintas negara, serta memperkuat minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri.

Terkait dengan penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, pemerintah telah mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan para wisatawan dapat menunggu dengan aman hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.

“Kami juga memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” ungkap Menpar.

Dalam laporan kinerja bulanan Kemenpar periode Maret 2026, Menpar juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata nasional menunjukkan tren yang positif pada awal tahun.

Pada Januari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta kunjungan.

Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150.500 kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India.

Data dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Negara – negara tersebut mencerminkan kombinasi pasar tradisional dan pasar strategis yang terus menjadi fokus pengembangan pariwisata Indonesia,” tutur Menpar.

Sementara itu, Wamenpar Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan atau sedikit menurun sekitar 0,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor posisi Januari 2026 yang berada di antara periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta menjelang momentum libur besar berikutnya, seperti Imlek dan Lebaran 2026.

“Namun, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan kembali meningkat seiring berbagai momentum liburan dan semakin banyaknya paket wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri,” jelasnya.

Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026 melalui berbagai program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi.

Menpar juga mencatat perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada awal tahun ini tumbuh sebesar 1,65% atau mencapai sekitar 1 juta perjalanan.

Tujuan utama perjalanan tersebut masih didominasi oleh Malaysia, Arab Saudi dan Singapura dengan kontribusi sebesar 58,58% dari total perjalanan.

Malaysia dan Singapura menjadi pilihan utama karena kedekatan geografis dan kemudahan akses, sedangkan Arab Saudi didominasi oleh perjalanan ibadah umrah.

Jika dibandingkan dengan jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia  masih lebih tinggi, terutama dengan adanya tambahan data dari metode Mobile Positioning Data (MPD).

Dengan kondisi data sementara tersebut, Indonesia masih mencatatkan neraca devisa pariwisata yang positif.

Guna menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, Kemenpar terus memperkuat berbagai agenda strategis.

Pada awal Februari 2026, Kemenpar menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dengan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) sebagai satu upaya memperkuat kualitas dan daya saing destinasi wisata nasional secara menyeluruh.

Selanjutnya, pada 13 Februari 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Kemenpar juga menggelar silaturahmi dengan 52 pelaku industri pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali sebagai bentuk penguatan kolaborasi dan penyelarasan persepsi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Di sisi kesiapan destinasi, Menpar melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan aktivitas wisata menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, khususnya di Kelenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu yang menjadi ikon wisata budaya di kota tersebut.

Menjelang libur Lebaran, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah stimulus berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik yang berpotensi menurunkan harga tiket sekitar 17% hingga 18%.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pendataan Daya Tarik Wisata (DTW) Rawan Bencana, dengan lebih dari  4.700 DTW di seluruh Indonesia telah terdata sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan menjaga keselamatan wisatawan.

Dalam upaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia pariwisata, Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Pariwisata telah dibuka melalui Seleksi Bersama Masuk untuk Tahun Akademik 2026/2027 dengan kuota 2.166 dari total 3.610 kursi.

Pendaftaran dibuka pada 11 Februari hingga 1 Mei 2026.

Kemenpar terus mengupayakan pengembangan sektor pariwisata yang menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. I

Kirim Komentar