Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengambil sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS), sekaligus melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi dan pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta.
Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Antonio Wasono Imam Prakoso yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi menjadi Kepala Biro Umum dan Hukum, serta Nova Arisne dari Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Event) menjadi Kepala Biro Data dan Sistem Informasi.
Selain itu, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani dari Asisten Deputi Manajemen Strategis menjadi Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Indri Wahyu Susanti dari Kepala Biro Komunikasi menjadi Asisten Deputi Manajemen Strategis, serta Fransiskus Handoko dari Asisten Deputi Strategi Event menjadi Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi.
Ada juga Ari Prasetyo yang sebelumnya menjabat Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi dilantik sebagai Asisten Deputi Manajemen Investasi, Indera Dewantho dari Kepala Biro Data dan Sistem Informasi menjadi Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara III, Titik Lestari dari Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan menjadi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Event), serta Raden Wisnu Sindhutrisno dari Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara III menjadi Asisten Deputi Strategi Event.
“Pada kesempatan yang baik ini saya menyampaikan ucapan selamat kepada 347 pegawai yang pada hari ini resmi diambil sumpahnya dan dilantik,” kata Menpar.
Dia berharap, amanah yang diberikan kepada para PNS dan pejabat yang baru dilantik dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta profesionalisme dalam mendukung kinerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Menpar, pengambilan sumpah dan pelantikan bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan wujud komitmen moral dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
“Sumpah yang saudara dan saudari ucapkan mengandung makna kesetiaan kepada negara, ketaatan pada peraturan perundang – undangan, serta komitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar juga mengapresiasi dedikasi seluruh insan Kemenpar yang telah berkontribusi menghadirkan berbagai capaian strategis sektor pariwisata dalam dua tahun terakhir.
Pada tahun 2025, sektor pariwisata berhasil mencatatkan devisa tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Indonesia, disertai rekor pergerakan wisatawan nusantara yang terus meningkat.
Prestasi tersebut semakin diperkuat dengan capaian Indonesia dalam ajang Global Travel Index (GTI) 2026 di Singapura.
Indonesia berhasil menempati peringkat kedua dunia, naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus mencatat peningkatan skor sebesar tiga poin.
Pencapaian ini menjadi posisi tertinggi yang pernah diraih Indonesia sejak mengikuti ajang GTI.
Mengakhiri arahannya, Menpar menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenpar yang terus menunjukkan dedikasi dan semangat membangun sektor pariwisata nasional.
“Saya mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan jabatan ini sebagai ruang pengabdian. Jadilah ASN yang mampu menghadirkan solusi dan menciptakan inovasi guna membawa pariwisata Indonesia menjadi sektor yang semakin tangguh, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa beserta para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemenpar. I





