KEMENPAREKRAF PERKUAT RANTAI PASOK PAREKRAF DI MANDALIKA

Acara “Temu Bisnis Industri Parekraf di DPSP Mandalika” pada 27-28 Januari 2022. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung penguatan rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat untuk mendorong kebangkitan perekonomian nasional.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo menyatakan, rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi kreatif diperlukan dalam membangun dan mengembangkan ekosistem pariwisata di DPSP Mandalika khususnya dan Provinsi NTB pada umumnya.

“Apalagi dalam waktu dekat akan diselenggarakan event internasional MotoGP. Maka perlu dipastikan bahwa kebutuhan hotel dapat terpenuhi,” ujarnya pada acara “Temu Bisnis Industri Parekraf di DPSP Mandalika” pada 27-28 Januari 2022.

Oleh karena itu, Fadjar menambahkan, harus dipersiapkan produk pariwisata dan ekraf sebaik mungkin agar hotel bisa memfasilitasi dan wisatawan dapat menikmati produk Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) Lombok.

Agar penguatan rantai pasok industri pariwisata dan ekraf di Mandalika berjalan dengan baik, lanjutnya, diperlukan pertemuan langsung industri hotel sebagai demand dengan pelaku UMKM bidang ekraf sebagai supply.

Menurut Fadjar, pelaku UMKM lokal harus bisa ikut serta dalam rantai pasok industri pariwisata agar UMKM juga memetik manfaat sesuai dengan empat pilar pariwisata yang berkelanjutan.

Dia menegaskan bahwa rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi kreatif ini melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat.

“Pariwisata sudah bukan saatnya lagi dimaknai sebagai kompetisi karena semua adalah pemenang, sehingga harus ada kolaborasi,” ungkapnya.

Fadjar menilai rantai pasok bukan hanya upaya mempertemukan UMKM, usaha kreatif masyarakat dan industri, melainkan lebih dari itu, juga mengupayakan kelanggengan, mengupayakan bagaimana pariwisata ikut berdampak pada kenaikan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menuturkan bahwa untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menjaga profesionalitas UMKM parekraf,

Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan Pertamina memberikan kesempatan kepada UMKM parekraf terpilih untuk mengikuti program UMK Academy.

“Program ini merupakan program pembinaan UMKM secara terintegrasi yang diselenggarakan oleh Pertamina setiap tahunnya,” katanya. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here