Kemenparekraf Serap Aspirasi Pokdarwis dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatra Barat

Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. (Istimewa)
Bagikan Artikel

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyerap langsung aspirasi dan kendala yang dihadapi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya desa wisata.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiag Salahuddin Uni, salah satu kendala yang banyak disampaikan para pengurus Pokdarwis adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di daerah.

“Semua yang disampaikan teman-teman Pokdarwis hari ini sudah kami catat dan kami akan gerak cepat. Kita ingin langsung selesaikan masalah yang dihadapi ini dengan berkolaborasi bersama semua pihak, termasuk kementerian/lembaga lain,” ujarnya saat acara “Pokdarwis Bicara Menparekraf Mendengar” di Auditorium Istana Gubernur Sumatra Barat, Padang, Sabtu (26/3/2022).

Sandiaga mengakui pengembangan SDM menjadi salah satu kendala yang dialami banyak pokdarwis di daerah. Oleh karena itu, lanjutnya, di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022, Kemenparekraf/Baparekraf menghadirkan satu kategori baru, yakni kelembagaan desa.

“Kategori ini diharapkan dapat memicu peningkatan para pengelola lembaga desa, termasuk Pokdarwis,” katanya.

Selain itu. Sandiaga menambahkan, Kemenparekraf/Baparekraf secara berkesinambungan menghadirkan berbagai program pelatihan dan peningkatan kapasitas yang dapat diikuti masyarakat.

Menparekraf mengajak pengelola desa wisata di Sumatra Barat untuk dapat berpartisipasi di ajang ADWI 2022. Wilayah Sumatra Barat menjadi provinsi yang paling banyak menempatkan desa wisatanya dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta).

Tercatat hampir 300 desa wisata yang sudah terdaftar dalam Jadesta yang merupakan sebuah situs yang menjadi sarana komunikasi dan wadah antarpengelola desa wisata di seluruh Indonesia.

“Saya ingin memberikan selamat kepada Sumatra Barat yang berhasil tembus sebagai provinsi dengan jumlah desa wisata terbanyak di Indonesia, ada 300 Nagari yang didaftarkan,” ungkap Sandiaga.

Pada tahun lalu, di 50 besar ADWI terdapat desa-desa wisata dari Sumatra Barat, di antaranya Desa Wisata Apar di Pariaman, Desa Wisata Saribu Gonjong, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Apar Pariaman Fadel Muhammad mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dari desa wisata, khususnya setelah Desa Wisata Apar masuk ke dalam 50 besar ADWI 2021.

“Ke-50 besar ADWI dampaknya sangat signifikan. Masyarakat mulai ikut membantu kami, keterlibatan masyarakat meningkat. Dampaknya, pelaku UMKM khususnya kuliner semakin menggeliat,” jelasnya.

Selain itu, Fadel menambahkan, saat Desa Wisata Apar masuk dalam 50 besar ADWI, maka dukungan dari kementerian/lembaga lain dalam pengembangan infrastruktur juga langsung berjalan. I

Kirim Komentar

Bagikan Artikel