Produk kendaraan bermotor elektrik menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, peluncuran produk kendaraan bermotor elektrik mencerminkan komitmen industri dalam menyediakan solusi mobilitas berkelanjutan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Saya menghadiri peluncuran Wuling Eksion yang diselenggarakan oleh PT SGMW Motor Indonesia, sebuah langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” ujarnya.
SGMW dalam PT SGMW Motor Indonesia merupakan singkatan dari SAIC – General Motors – Wuling.
Perusahaan ini merupakan patungan (joint venture) dari tiga perusahaan otomotif Tiongkok, dengan model yang hadir dengan dua pilihan teknologi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kedua pilihan teknologi tersebut mencerminkan komitmen industri dalam menyediakan solusi mobilitas berkelanjutan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Peluncuran Wuling Eksion memacu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan industri kendaraan listrik, bahkan pengembangan, serta produksi kendaraan elektrifikasi di dalam negeri memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan nilai tambah industri,” jelas Wamenperin Riza.
Menurutnya, hal ini tidak hanya tercermin dari penguatan sektor industri komponen secara menyeluruh, tetapi juga melalui percepatan lokalisasi komponen utama kendaraan listrik, seperti baterai, motor listrik dan Power Control Unit (PCU) atau inverter.
Upaya tersebut, Wamenperin Riza berharap mampu mendorong peningkatan TKDN, sekaligus memperkuat struktur industri otomotif nasional agar lebih kompetitif di kancah global.
“Saya berharap kehadiran Wuling Eksion dapat menjadi katalis dalam mendorong transformasi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi,” ungkapnya.
Selain itu, kata Wamenperin Riza, inovasi ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan industri, membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan memperkuat fondasi perekonomian nasional secara berkelanjutan. I
