Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bersama dengan Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) melepas ekspor 24 ton produk gula kelapa organik dan gula kelapa cair natural hasil produksi CV Mannah Anugerah Sejahtera ke Ghana.
Pelepasan ekspor dilakukan di Semarang dengan total nilai ekspor mencapai US$63.400 atau setara Rp1,1 miliar dan difasilitasi melalui buyer internasional asal Swiss, HPW Fresh and Dry Ltd.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari program Selling Mission Eropa 2025 yang diinisiasi Kementerian UMKM bersama SIPPO.
“Produk gula kelapa organik yang diekspor tidak hanya mencerminkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha menengah Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global, mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan,” ujarnya.
Program ini dirancang selaras dengan arahan Menteri UMKM Maman Abdurrahman, untuk membuka akses ke pasar nontradisional, memperluas jejaring bisnis global dan meningkatkan kesiapan usaha menengah dalam memenuhi standar, serta preferensi pasar internasional.
Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM Harun, saat pelepasan ekspor menambahkan, capaian ini menjadi bukti konkret efektivitas program fasilitasi pemerintah dalam mendorong pengusaha UMKM naik kelas dan menembus pasar global.
Ke depan, Kementerian UMKM akan terus memperluas jangkauan promosi dan fasilitasi ekspor melalui business matching, kurasi produk, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Sinergi dengan SIPPO dan mitra internasional lainnya akan terus diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang ekspor, sekaligus memperluas akses pasar bagi pengusaha UMKM Indonesia,” kata Harun.
Dia juga berharap langkah ini dapat mendorong semakin banyak pengusaha UMKM Indonesia bertransformasi menjadi eksportir tangguh yang berdaya saing global.
Export Promotion Manager SIPPO Indonesia Andina Auria Dwi Putri mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian UMKM yang secara konsisten memastikan para importir Swiss mendapatkan akses kepada pemasok yang telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas tinggi sesuai kebutuhan pasar.
“Kami sangat senang melihat hasil dari kerja keras dan misi ini, dan berharap kolaborasi yang berkelanjutan antara SIPPO, Kementerian UMKM, serta pengusaha UMKM Indonesia dapat terus terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Direktur CV Mannah Anugerah Sejahtera Steven Santoso turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian UMKM dan SIPPO dalam keikutsertaan pada Misi Dagang ke Swiss dan Belanda pada November 2025.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat signifikan, mulai dari tahap persiapan hingga pertemuan dengan calon pembeli.
“Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas ke depan,” kata Steven. I
