Kemenperin Dorong Pemda Percepatan Pembangunan Industri Daerah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk percepatan pembangunan industri di wilayahnya, apalagi jika memiliki keunggulan strategis.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Mohammad Zimmi Skil di Kantor Kemenperin, Jakarta.

Pertemuan tersebut mencerminkan kesamaan visi antara Kemenperin dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mendorong percepatan pembangunan industri.

“Lampung dapat menjadi pintu gerbang industrialisasi baru Indonesia dan industri agro menjadi perhatian utama, mengingat Lampung memiliki keunggulan komparatif pada komoditas strategis,” ujar Wamenperin Riza.

Sejumlah komoditas stratagis yang dimiliki Provinsi Lampaung adalah kopi dan singkong, yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai industri bernilai tambah dan berdaya saing.

Selain itu, Provinsi Lampung juga didukung oleh wilayah pertanian beragam (dataran rendah hingga pegunungan) dan peran vital dalam ketahanan pangan nasional, dengan fokus pengembangan saat ini adalah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.

“Sebagai provinsi yang memiliki kedekatan geografis dengan Daerah Khusus Jakarta, Lampung juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor industri lainnya di luar agro guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat struktur industri daerah,” jelas Wamenperin Riza.

Pada pertemuan tersebut, dia menambahkan bahwa Kemenperin dan Pemprov Lampung sepakat bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fondasi utama dalam pengembangan industri yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, kata Wamenperin Riza, direncanakan pelaksanaan sosialisasi Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) dan pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) di Provinsi Lampung sebagai langkah konkret guna meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya industri di daerah.

Menurut data Pemprov Lampung, perekonomian wilayah ini mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,09% pada Triwulan II/2025, melampaui rata – rata pertumbuhan kawasan Sumatra.

Baca Juga:  Kemenperin dan Kemnaker Sepakat Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Sektor Industri

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Provinsi Lampung mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dan pusat produksi komoditas strategis nasional.

Program hilirisasi sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 – 2029 yang menitikberatkan pada pembangunan industri pengolahan komoditas unggulan padat karya, padat teknologi dan berorientasi ekspor.

Provinsi Lampung juga memiliki peluang besar menjadi pusat industri agro nasional dengan dukungan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terus berkembang. I

 

Kirim Komentar