Langkah strategis untuk memperkuat ketahanan industri nasional melalui pengelolaan impor yang transparan, akuntabel dan berdaya saing.
Menurut Wakil Manteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, langkah tersebut penting untuk memperlancar proses perizinan dan importasi, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri dalam memperoleh bahan baku yang dibutuhkan.
Untuk itu, guna membahas koordinasi dalam penyempurnaan tata kelola distribusi, termasuk mekanisme pelaporan dan verifikasi distributor, Wamenperin Riza menerima audiensi Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Wahyu Sakti Priyonggo.
“Saya menerima jajaran direksi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia untuk membahas kelancaran importasi bahan kimia industri, sekaligus memastikan kebutuhan bahan baku bagi industri dalam negeri tetap terpenuhi,” jelasnya di Jakarta.
Pembahasan dalam pertemuan ini, kata Wamenperin Riza, juga mengenai percepatan penyesuaian administrasi perusahaan, termasuk sinkronisasi kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (kode pengelompokan jenis kegiatan ekonomi/usaha) atau KBLI dan data pada sistem perizinan.
“Kami juga sepakat memperkuat koordinasi dalam penyempurnaan tata kelola distribusi bahan kimia industri, termasuk mekanisme pelaporan dan verifikasi distributor,” tuturnya.
Guna memperkuat ekosistem bahan baku industri, Wamenperin Riza menambahkan, diperlukan tata kelola yang semakin tertib dan transparan dengan ketersediaan bahan baku dapat terus terjaga.
“Sementara itu, mengenai distribusinya juga berlangsung tepat sasaran, sesuai ketentuan dan sampai kepada pengguna akhir, tegasnya.
Menurut Wamenperin Riza, kelancaran pasokan bahan baku merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
PT PPI merupakan bagian dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan (ID FOOD), dengan perdagangan domestik adalah distribusi produk pangan dan kebutuhan masyarakat melalui jaringan yang luas.
Selain itu, PT PPI juga melakukan ekspor produk lokal unggulan ke pasar global dan impor komoditas penting dengan dukungan jaringan perdagangan total 29 cabang dan kantor perwakilan di luar negeri, yang didukung kapabilitas logistic, serta distribusi oleh dua anak perusahaan, yakni PT BGR Logistik Indonesia dan PT PPI Industri. I







