Kemenperin Siap Dukung Proses Investasi dengan Koordinasi Lintas K/L hingga Pemda

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik rencana investasi dan siap memberikan dukungan agar proses investasi berjalan sesuai dengan ketentuan, termasuk melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah (pemda), serta pemenuhan seluruh persyaratan perizinan yang berlaku.

Harapannya, kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, investasi dapat segera terealisasi, mendorong pertumbuhan kawasan industri, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah setempat, serta Indonesia.

“Saya menerima audiensi dari Guangdong Jinhai Huihuang Group Co., Ltd terkait rencana investasi pembangunan pabrik high-end carbon steel, pelabuhan, PLTU batu bara dan kawasan industri di Belitung Timur dengan nilai investasi sekitar US$6 miliar,” katanya di Jakarta.

Guangdong Jinhai Huihuang Group Co., Ltd. (Jinhai Brilliant Group) adalah produsen baja tahan karat (stainless steel) terkemuka asal Foshan, Tiongkok.

Berdasarkan rencana bisnisnya, grup ini sedang memperluas rantai pasokan dan operasi cerdas, serta mulai menjajaki ekspansi strategis, termasuk potensi investasi di sektor industri baja, dengan fokus pada ekosistem industri baja hijau rendah karbon.

“Pemerintah berharapan, investasi ini dapat segera terealisasi, membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan kawasan industri, memperkuat industri nasional, dan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” ungkap Wamenperin Riza.

Kemenperin mencatat pada awal tahun 2026, realisasi investasi sektor industri manufaktur di Indonesia mencapai Rp418,62 triliun pada Triwulan I.

Angka ini diiringi dengan penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 219.684 orang dan didorong oleh langkah 1.236 perusahaan yang bersiap untuk produksi.

Sektor industri logam dasar memberikan kontribusi tertinggi dengan total nilai investasi sekitar Rp218,04 triliun dari 24 perusahaan.

Kemenperin mematok target investasi sektor industri pengolahan nonmigas sebesar Rp852,90 triliun untuk mendukung pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Baca Juga:  Investasi Tahun 2025 Lampaui Target dengan Serap Pekerja Sebanyak 2,71 Juta Orang

Selain investasi infrastruktur pabrik, sektor hilir, seperti industri fesyen dan kriya juga mencatatkan angka investasi, serta kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan. I

Kirim Komentar