Kementan Bidik Indonesia Pimpin Pasar Buah dan Florikultura Dunia dalam 10 Tahun

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia menjadi eksportir buah dan florikultura nomor satu dunia dalam 10 tahun mendatang.

Guna mewujudkan target tersebut, pemerintah memperkuat promosi, standardisasi mutu hingga membuka akses pasar internasional melalui penyelenggaraan Nusa Horti 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Hotman Fajar Simanjuntak mengatakan, Nusa Horti dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas dan buyer dari dalam maupun luar negeri guna mempercepat peningkatan ekspor hortikultura nasional.

Dia juga menekankan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, produk pertanian harus didorong ekspor agar pendapatan petani meningkat.

“Kalau tanaman hias untuk aquascape dan ikan hias Indonesia sudah mampu menjadi nomor satu dunia, kenapa hortikultura tidak bisa? Karena itu dibuat wadah Nusa Horti untuk memperkenalkan seluruh potensi buah, sayuran, tanaman obat dan florikultura Indonesia kepada pasar yang lebih luas,” kata Hotman.

Dia menjelaskan seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya petani, kelompok tani dan UMKM dari berbagai daerah, seperti Kalimantan Selatan, Purbalingga, Wonosobo, Bali, serta berbagai sentra hortikultura lainnya.

“Semua yang ditampilkan adalah produk asli Indonesia, tidak ada produk impor. Ini menunjukkan bahwa potensi kita sangat besar dan layak bersaing di pasar global,” ujarnya.

Hotman menambahkan bahwa penguasaan pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh promosi, tetapi juga konsistensi penerapan standar mutu dan sistem ketertelusuran produk (traceability) yang menjadi persyaratan utama negara tujuan ekspor.

“Kita harus memastikan mutu produk terstandar dan traceability berjalan dengan baik karena itu menjadi bagian penting dari protokol ekspor yang disyaratkan negara tujuan,” jelasnya.

Baca Juga:  Dukungan Wamenperin untuk Rencana IAS Kembangkan Kawasan Aerotropolis

Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura juga terus memperkuat skema business matching dengan pelaku usaha, komunitas dan buyer internasional.

Menurut Hotman, komunitas tanaman dan florikultura memiliki jejaring pasar global yang dapat menjadi jembatan bagi petani, serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

“Komunitas – komunitas ini memiliki hubungan langsung dengan buyer luar negeri. Mereka mengetahui kebutuhan pasar global dan dapat menjadi jembatan bagi petani serta UMKM kita untuk menembus pasar internasional,” tuturnya.

Sebagai regulator, pemerintah juga akan terus memfasilitasi pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan ekspor dan menyederhanakan regulasi guna meningkatkan daya saing produk hortikultura nasional.

“Kami akan terus memediasi dan memfasilitasi. Jika ada hambatan regulasi, akan kami sederhanakan agar para pelaku usaha, petani dan UMKM lebih mudah menembus pasar internasional,” jelasnya.

Dalam beberapa kesempatan, Mentan Amran mengatakan penguatan program peningkatan mutu dan diversifikasi pasar ekspor termasuk untuk komoditas hortikultura.

Menurutnya, produk pertanian harus didorong ke pasar global untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

”Kami dukung hortikultura Indonesia untuk bisa menyuplai ke negara lain. Ini yang benar. Cara – cara ini yang diinginkan Bapak Presiden Prabowo. Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, petani, pelaku usaha, asosiasi, dan mitra internasional, Kementan optimistis Indonesia dapat menjadikan sektor hortikultura sebagai salah satu motor pertumbuhan ekspor, sekaligus mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama buah, serta florikultura dunia. I

 

Kirim Komentar