Kementan Perkuat Genetik Sapi Dorong Produktivitas Peternak Nasional

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan genetik sapi untuk meningkatkan produktivitas peternak melalui Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor.

“Bagi Kementan, pengembangan peternakan tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan ternak dengan kualitas fisik yang baik,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda.

Dalam Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 yang digelar di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dia menyampaikan peningkatan produktivitas harus berjalan bersama dengan efisiensi usaha, kesehatan ternak, penguatan pasar dan peningkatan nilai ekonomi yang diterima peternak.

Dia juga mengatakan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam ekosistem peternakan, mulai dari penguatan kualitas ternak hingga peningkatan kesejahteraan peternak.

Kementan melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang juga memberikan hibah dua ekor sapi kepada APPSI dengan bobot masing – masing 1 ton.

“Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peternak yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan produktivitas ternaknya,” ujarnya.

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 bukan sekadar mencari sapi terbaik. Di balik sapi – sapi yang tampil di arena, terdapat kerja panjang peternak dalam memilih bibit, mengatur reproduksi, menyediakan pakan, menjaga kesehatan, dan merawat ternak.

Ratusan peserta dari berbagai daerah hadir membawa sapi unggulan hasil pemeliharaan mereka.

Ajang yang digelar Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) tersebut mempertemukan peternak, komunitas, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan pecinta sapi.

Ketua MPR, sekaligus Ketua Dewan Pembina APPSI Ahmad Muzani mengatakan partisipasi peternak dari berbagai daerah menunjukkan dukungan masyarakat terhadap upaya memperkuat produksi daging nasional.

Menurutnya, para peternak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas ternak, termasuk melalui persilangan berbagai jenis sapi unggul.

Kontes ternak, lanjut Muzani, menjadi salah satu cara untuk mendorong dan menyemangati peternak agar terus mengembangkan kreativitas serta membuat pola peternakan semakin modern.

“Karena ternyata beternak sapi itu menyenangkan, menggembirakan, menguntungkan dan memberi harapan terhadap masa depan,” ungkapnya.

Muzani juga menyoroti meningkatnya partisipasi peternak Jawa Barat dalam kontes tahun ini. Dari lebih dari 250 peserta, lebih dari 100 peserta berasal dari Jawa Barat.

Dia menjelaskan, tingginya partisipasi tersebut menjadi perkembangan positif karena selama ini kontes banyak didominasi peternak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Melihat kondisi tersebut, Muzani menambahkan, sebagai peluang bagi peternak Jawa Barat untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan daya saing, sehingga Jawa Barat ingin mengambil pasar itu. “Itu saya kira bagus, sehingga ada persaingan sehat di antara para peternak.”

Menurutnya, Kabupaten Bogor juga memiliki potensi yang mendukung pengembangan sapi antara lain dari sisi lingkungan dan ketersediaan pakan ternak.

Semangat membangun kemandirian peternakan, menurut Muzani, tidak berhenti pada produksi daging. APPSI juga mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan peternakan sapi perah dan pemenuhan kebutuhan susu nasional.

“Setelah ini APPSI akan berkonsentrasi kepada upaya untuk melakukan swasembada susu karena ini sangat penting,” ungkap Muzani.

Dia menilai, kebutuhan susu dalam negeri masih menjadi peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan produksi.

“Kebutuhan susu kita kurang itu sejak sebelum ada MBG, apalagi ada MBG, lebih banyak lagi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Muzani berharap pengembangan susu melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga peternak berbagai skala.

“Harapannya ke depan pemerintah daerah terlibat semua, peternak kecil, besar, menengah terlibat dan kita semua terlibat,” tegasnya. I

 

Kirim Komentar