Kementerian Imipas Siapkan Pusat Pengembangan Domba Garut di Nusakambangan

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) sedang menyiapkan pusat pengembangan domba Garut di Nusakambangan, Jawa Tengah dalam rangka menerapkan pembinaan kepada warga binaan terkait sistem peternakan unggul yang selama ini sudah berkembang di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Itu domba Garut memang rencananya oleh Bapak Menteri itu, akan nanti dibesarkan lagi, diperbanyak lagi di Nusakambangan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Imipas Asep Kurnia saat meninjau lokasi program ketahanan pangan, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut.

Dia menjelaskan, Kementerian Imipas sudah menyiapkan petugas untuk menjalankan program peternakan domba Garut tersebut dan saat ini sedang dalam proses pembangunan kawasan peternakan di kawasan Lapas Nusakambangan.

Pengembangan domba Garut itu, lanjutnya, akan dilakukan secara kerja sama dengan pihak terkait yang bisa menjalankan program peternakan tersebut, kemudian melibatkan warga binaan dan pegawai lapas.

“Nanti Nusakambangan itu selain sebagai tempat warga binaan kemasyarakatan, itu akan dijadikan sebagai pusat pelatihan bagi warga binaan maupun bagi pegawai,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di Nusakambangan tidak hanya pengembangan peternakan domba, tapi juga akan ada program lainnya, seperti perikanan, dan pertanian yang akan memberikan manfaat besar bagi warga binaan.

Pengembangan domba Garut itu, katanya, saat ini sudah dijalankan oleh Lapas Garut secara profesional mulai dari kandang, pemberian pakan dan sampai bisa berkembang biak.

“Sepertinya sudah terpola, berarti kan ini dikelola dengan profesional, Lapas Garut bagaimana caranya, ternyata kerja sama dengan mitra,” ujarnya.

Dia menyatakan, Lapas Garut tidak hanya mengembangkan peternakan domba Garut, tapi juga ada perikanan yang saat ini sedang proses pembangunan untuk dijadikan tempat pelatihan warga binaan.

Asep berharap adanya program peternakan dan pertanian di lingkungan lapas itu bisa memberikan manfaat bagi warga binaan untuk memiliki keahlian, sehingga nanti setelah bebas bisa kembali diterima di masyarakat.

Baca Juga:  KORBAN MENINGGAL GEMPA CIANJUR MENJADI SEBANYAK 318 ORANG

“Warga binaan dilatih untuk bisa bergaul dengan masyarakat, jadi disiapkan, jadi nanti di masyarakat itu dia sudah punya keahlian,” ujarnya. I

Kirim Komentar