Kementerian PU Bangun 10 Sumur Bor untuk 150 Hektare Lahan Pertanian di Lampung

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan penanganan kekeringan lahan pertanian di Desa Penawar Baru, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, sekaligus memastikan petani dapat kembali melakukan aktivitas tanam padi.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah kepada petani harus diwujudkan melalui langkah konkret, terutama dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Dia optimistis target swasembada pangan nasional, sebagaimana menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, dapat dicapai meski di tengah ancaman kekeringan.

“Target swasembada pangan 2026, Insyaallah tetap kita kejar. Saya akan lebih fokus pada persoalan kekeringan. Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan air petani, karena dampaknya bukan hanya bagi masyarakat di satu daerah, tapi bagi ketahanan pangan Indonesia. Kita harus hadir dan memastikan sawah mendapatkan air,” katanya.

Seluas 150 hektare Lahan Baku Sawah (LBS) terdampak kekeringan di Kabupaten Tulang Bawang.

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung membangun 10 sumur bor yang akan menjadi sumber air bagi lahan pertanian seluas 15 hektare di Desa Penawar Baru, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

Per 16 Oktober 2026, seluruh sumur tersebut sudah selesai dibangun dan airnya siap digunakan oleh para petani untuk memulai musim tanam berikutnya.

Melalui pembangunan 10 sumur bor, Kementerian PU menghadirkan sumber air yang lebih dekat dengan lahan pertanian.

Penempatan sumur dilakukan berdasarkan hasil survei dan pemetaan titik – titik kebutuhan air pada lokasi dengan topografi lahan pertanian yang lebih tinggi agar distribusinya dapat menjangkau area persawahan secara lebih merata, karena lahan sawah masih menggunakan sistem tadah hujan.

Baca Juga:  SINDIKASI KREDITUR TANDATANGANI FASILITAS KREDIT LAYANAN AIR BERSIH

Sumur bor menjadi solusi terbaik karena jarak sumber air terdekat dari desa ini adalah Sungai Tulang Bawang, cukup jauh sekitar 5 km dari area pertanian sehingga saat ini belum memungkinkan untuk dibuatkan saluran irigasi dari sungai menuju area pertanian.

Melalui penyediaan sumber air alternatif, Kementerian PU terus memperkuat dukungan infrastruktur sumber daya air bagi petani, sehingga dampak musim kemarau dapat ditekan dan kegiatan pertanian tetap berjalan.

Langkah ini sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan memastikan kebutuhan air di tingkat lahan terpenuhi, Kementerian PU berupaya menjaga produktivitas sawah, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan. I

 

 

Kirim Komentar