Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pascabencana banjir bandang, sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas.
Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, pembangunan sekolah rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak, dia menambahkan, menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan sekolah rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta.
Pembangunan sekolah rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana, khususnya bagi anak – anak dari keluarga rentan.
Pembangunan SR Tahap II di Provinsi Aceh dilaksanakan dalam dua paket pekerjaan, yakni Pembangunan SR Provinsi Aceh 1 dan Pembangunan SR Provinsi Aceh 2, dengan total nilai kontrak sekitar Rp1,53 triliun.
Biaya pembangunannya bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 – 2026 dengan kontraktor pelaksana PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (KSO) untuk paket pekerjaan Pembangunan SR Provinsi Aceh 1 dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. untuk paket pekerjaan Pembangunan SR Provinsi Aceh 2.
Paket pekerjaan Pembangunan SR Provinsi Aceh 1 dan Pembangunan SR Provinsi Aceh 2 berada di bawah tanggung jawab Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU.
SR Provinsi Aceh 1 tersebar di Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe dengan progres fisik keseluruhan mencapai 2,81% (data per 30 Januari 2026).
Pekerjaan konstruksi SR Provinsi Aceh 1 dilaksanakan selama 240 hari kalender, dimulai 28 November 2025 dan ditargetkan selesai 25 Juli 2026 dengan nilai kontrak Rp782,29 miliar.
Selanjutnya, untuk SR Provinsi Aceh 2 mencakup Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil dengan progres keseluruhan 1,70%.
Paket SR Provinsi Aceh 2 memiliki nilai kontrak sebesar Rp757,05 miliar dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender, yang dimulai 18 Desember 2025 dan ditargetkan selesai 14 Agustus 2026.
Pembangunan SR Tahap II di Provinsi Aceh merupakan bagian dari lanjutan komitmen pemerintah setelah menyelesaikan 164 SR Rintisan Tahap I yang tuntas pada 2025.
SR Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hektare hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah. I
