Kementerian UMKM Optimalkan MBG Dukung Usaha Terdampak Bencana

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupaya mempercepat pemulihan ekonomi pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatra melalui langkah strategis, salah satunya dengan memperkuat keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik menjelaskan bahwa peningkatan jumlah dapur dalam program MBG turut mendorong kebutuhan akan pemasok dari kalangan pengusaha UMKM.

“Hal ini menuntut hadirnya pengusaha UMKM yang sehat, kuat, dan berdaya saing, dengan kemampuan menyediakan produk-produk berkualitas,” ujar Riza saat membuka Workshop Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Afirmatif Terdampak Bencana dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Mendukung Makan Bergizi Gratis di Provinsi Sumatra Barat secara virtual.

Dia menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memulihkan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana.

Melalui kegiatan workshop ini, pemerintah juga mendorong setiap dapur MBG untuk menerapkan kebijakan afirmatif dalam proses pengadaan, dengan mengutamakan pembelian produk – produk lokal hasil pengusaha UMKM.

“Melalui workshop ini diharapkan lahir pengusaha UMKM unggul sebagai pemasok yang kuat dan berdaya saing, siap memenuhi kebutuhan dapur, serta menjalin kerja sama dengan SPPG di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Barat,” kata Riza.

Workshop yang diikuti oleh 200 pengusaha UMKM sektor pangan, pelaku operasional pendukung dapur, dan pengusaha UMKM afirmatif ini merupakan rangkaian kedua dari program Perluasan Keterlibatan UMKM dalam MBG, setelah sebelumnya diawali dengan kegiatan webinar.

Selanjutnya, para peserta akan melalui proses kurasi untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan lanjutan hingga tahap temu mitra atau business matching dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatra Barat.

Riza menegaskan, ke depan pengusaha UMKM diharapkan dapat mengambil peran yang lebih besar sebagai bagian penting dalam mendukung program strategis nasional, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi erat dan berkelanjutan antara Kementerian UMKM, Badan Gizi Nasional, serta pemerintah daerah dalam menyiapkan pengusaha UMKM yang berkualitas, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pemenuhan standar keamanan pangan hingga penguatan tata kelola usaha.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem MBG yang inklusif dan berkelanjutan, di mana pengusaha UMKM tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra strategis yang mampu menyediakan produk pangan yang aman, bergizi dan berkualitas bagi masyarakat.

“Melalui sinergi antara dukungan afirmasi dan perluasan keterlibatan pengusaha UMKM dalam program MBG, diharapkan pengusaha UMKM terdampak bencana tidak hanya mampu bangkit, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan, serta semakin berdaya saing,” tutur Riza. I

 

Kirim Komentar