Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memperluas akses legalitas usaha, sertifikasi, pelindungan produk, serta pembiayaan bagi pelaku usaha melalui penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, festival itu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem usaha yang aman, inklusif dan kondusif agar pelaku UMKM dapat tumbuh, berdaya saing, serta naik kelas.
“Kami berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin dalam konteks pemberian perizinan, pendampingan usaha, sertifikasi dan akses pembiayaan, baik KUR maupun yang bukan KUR. Semua layanan tersebut kami kemas dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro,” katanya.
Menurut Maman, pendampingan yang terintegrasi diperlukan untuk mempercepat transformasi usaha mikro menjadi lebih formal dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Dia menjelaskan, saat ini masih terdapat sekitar 77% pelaku UMKM yang belum memiliki legalitas usaha, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperluas akses perizinan dan berbagai layanan pendukung usaha.
Maka dari itu, Kementerian UMKM menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sektor perbankan hingga dunia usaha guna memperkuat proses formalisasi usaha mikro.
Menteri Maman menambahkan, legalitas usaha tidak hanya memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, serta program pemberdayaan yang disediakan pemerintah.
“Karena kita menyadari bahwa ketika UMKM tumbuh dan mendapatkan akses perizinan serta pembiayaan yang massif, serta optimal, maka roda perekonomian daerah juga akan bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai, UMKM perlu terus didorong untuk naik kelas melalui penguatan legalitas, pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan daya saing.
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 diselenggarakan di 10 lokasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan sekitar 1.000 pelaku usaha mikro.
Balikpapan menjadi kota pertama yang mengawali rangkaian kegiatan tersebut tahun ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha mikro nasional. I
