Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi melakukan peninjauan udara guna memantau situasi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna – Welirang, Provinsi Jawa Timur pada Jumat (23/10).
Dalam keterangannya, Kepala BNPB menyampaikan bahwa hujan mulai turun di kawasan Gunung Arjuno.
Kondisi tersebut disyukuri sebagai perkembangan positif di tengah upaya pemadaman karhutla.
Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat titik kebakaran yang perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Upaya pemadaman dan pemantauan tetap perlu dilakukan untuk mencegah api meluas serta mengurangi dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kepala BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membakar sampah maupun membuka atau mengelola lahan.
Dia menegaskan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah akan sulit mencapai hasil maksimal apabila masih terdapat aktivitas pembakaran oleh masyarakat.
Selain berpotensi memperluas kebakaran, asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, aktivitas sehari – hari dan perekonomian masyarakat.
“Di satu sisi kita berupaya memadamkan api supaya tidak ada asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan kita, termasuk kesehatan anak – anak kita. Namun, di sisi lain masih ada masyarakat yang melakukan pembakaran. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tutur Kristomei.
Lebih lanjut, BNPB mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan pihak swasta dalam penanganan karhutla di Jawa Timur.
BNPB juga akan mengidentifikasi kebutuhan pemerintah daerah yang belum terpenuhi untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian karhutla sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Kepala BNPB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran serta dukungan terhadap upaya pemadaman menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat, menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana karhutla di Jawa Timur.
Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Karhutla berdampak pada 26 Kabupaten/kota dengan total 184 kejadian.
Luas lahan terbakar menembus 11.449 hektare dengan 77,05% di antaranya merupakan kawasan hutan konservasi. I







