KERJA SAMA INDONESIA DAN KORSEL FOKUS EMPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Korea Selatan. (dok. pu.go.id)
Bagikan Artikel

Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) dalam pembangunan infrastruktur akan fokus pada empat proyek, khususnya dalam dukungan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, dalam mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo telah dibahas dan disepakati empat bentuk kerja sama konkrit khusus terkait dengan pengembangan IKN Nusantara.

“Ada sejumlah kerja sama konkrit yang telah dan akan dilakukan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Agraria, Infrastruktur dan Transportasi (MOLIT),” ujarnya saat dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Korsel.

Kementerian PUPR telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan dan MOLIT sejak beberapa tahun lalu.

Beberapa bentuk kerja samanya yakni pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian di Banten untuk penyediaan air baku di Jakarta bagian Barat, termasuk pembangunan water treatment plan dan jaringan distribusinya.

“Ada juga yang sedang dilakukan feasibility study untuk Semarang Smart Water System,” ungkap Menteri Basuki.

Beberapa kerja sama yang sudah disepakati adalah Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan akan membantu melalui hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter/detik.

“Kami sudah melihat kemarin di Hwaseong Water Purification Plant. Menurut saya ini adalah the best available technology yang sudah diaplikasikan oleh Korsel, sehingga siap minum, sangat reliable karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metoda ozonisasi,” jelasnya.

Kerja sama kedua antara Pemerintah Indonesia dan Korsel yang sudah disepakati adalah pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara.

“Kerja sama ketiga, kami juga telah mengunjungi Busan Eco Delta Smart City dan Smart Village yang dulu tahun 2019, saat groundbreaking juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Menteri Basuki menuturkan bahwa sudah dilihat juga progresnya setelah tiga tahun, bahkan ada yang namanya smart village yang sudah selesai dibangun sebanyak 86 rumah dan dihuni oleh 400 orang.

“Perkembangannya sedang dimonitor terus melalui implementasi 41 jenis teknologi canggih di dalam smart village tersebut,” katanya.

Direncanakan, di IKN Nusantara juga akan dibangun smart village yang terdiri dari 100 unit rumah sebagai proyek percontohan. Proyek smart village ini direncanakan dapat mulai dibangun pada 2023 dengan dukungan dari Korsel.

Proyek terakhir, untuk menghubungkan IKN Nusantara dengan Kota Balikpapan akan dibangun immerse tunnel yang sesuai dengan konsep forest city.

“Kita ingin melindungi bekantan, fauna dan flora endemik lainnya yang ada di sekitar Teluk Balikpapan. Untuk itu, kita tidak akan membangun jembatan yang secara fisik mengubah morfologi lingkungan, melainkan kita coba bangun immerse tunnel, seperti di Geoje, Busan,” paparnya.

Saat ini, sedang dikerjakan feasibility study untuk kemudian tahun ini dilanjutkan dengan basic design, sehingga bisa kita mulai pembangunannya pada tahun 2023. I


Bagikan Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here