Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Indonesia – AS Capai US$38,4 Miliar

Acara US Indonesia Business Summit 2026 (Forum Bisnis RI – AS 2026), yang diselenggarakan oleh the US Chamber of Commerce (USCC), the US – ASEAN Business Council (USABC) dan the US – Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Amerika Serikat, mencerminkan dukungan kuat dunia usaha Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan, industri, serta investasi di Indonesia.

Pada acara ini, Presiden Prabowo Subianto hadir memberikan sambutan pada acara roundtable, menyampaikan keynote pada acara Gala Iftar Dinner, sekaligus menyaksikan penandatanganan 11 kesepakatan kerja sama antara perusahaan – perusahaan AS dengan Indonesia.

“Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita dan kepercayaan investor jangka panjang,” jelas Presiden.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa sebagai mitra strategis Indonesia dalam perdagangan dan investasi, perlu forum bisnis yang mengundang perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat, Kadin dan asosiasi usaha.

Forum tersebut untuk terus mendorong kolaborasi antara dunia usaha kedua negara, baik di sektor perdagangan, industri maupun investasi, khususnya yang akan meningkatkan daya saing Indonesia, terutama dalam pengembangan inovasi digital, kecerdasan artifisial, semikonduktor, mineral kritis, ketahanan rantai pasok, transisi energi dan industri pengolahan, termasuk industri agro.

Menko Airlangga juga menegaskan bahwa dengan telah diselesaikannya Agreement on Reciprocal Trade (ART) semakin menguatkan komitmen kedua negara untuk semakin membuka akses pasar dan menyelesaikan berbagai hambatan perdagangan (baik hambatan tarif maupun nontarif), sehingga akan meningkatkan kepastian usaha, serta membuka peluang investasi yang lebih besar di Indonesia maupun di AS.

“Melalui kesepakatan dalam ART ini, akan semakin memperkuat akses pasar dan daya saing produk Indonesia, sehingga akan menarik investasi yang lebih besar di berbagai sektor,” ujar Menko Airlangga.

Pada kesempatan Business Summit tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerjasama perdagangan dan investasi antara perusahaan – perusahaan AS dengan Indonesia, yang mencakup rencana pembelian barang dan penanaman investasi, dengan total komitmen sebesar US$38,4 miliar di berbagai sektor.

Pada sektor Agro, total kesepakatan pembelian mencapai US$4,5 miliar antara lain kesepakatan untuk pembelian Soybeans (US$1,37 miliar), Wheat (TBA hingga tahun 2030 US$1,25 miliar), Corn (US$855 juta), Cotton (US$244 juta), dan produk lain (US$800 Juta).

Pada sektor Industri Manufaktur, beberapa kesepakatan investasi mencapai US$33,91 miliar.

Beberapa kesepakatan antara lain kerjasama antara Kadin dengan USABC sebesar US$2,00 miliar, kesepakatan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing sebesar US$200 juta dan rencana investasi pada industri Semikonduktor yang mencapai US$4,89 miliar dan US$26,7 miliar.

Penandatanganan berbagai kesepakatan kerja sama tersebut dilakukan di depan Presiden Prabowo, pada sesi acara Gala Iftar Dinner dan ditandatangani langsung oleh para pimpinan perusahaan AS dan Indonesia yang telah mengikat kesepakatan kerja sama tersebut. I

Kirim Komentar