Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi menunjukkan bahwa kesiapan Sumbar untuk memperkuat kerja sama dengan negara – negara kawasan Samudra Hindia melalui Indian Ocean Rim Association (IORA).
Salah satunya, dengan mengusulkan Padang menjadi tuan rumah Indian Ocean High-Level Forum (IORA) pada 2027.
Hal tersebut disampaikan Mahyeldi dalam Kadin Indonesia Monthly Economic Diplomacy Breakfast di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta.
Forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, perwakilan negara sahabat, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk membahas peluang kerja sama ekonomi dan investasi.
Dalam forum itu, Mahyeldi menyampaikan bahwa Sumbar melihat IORA sebagai jaringan yang dapat membuka akses lebih luas terhadap pasar, investasi, pengetahuan dan jejaring usaha di kawasan Samudra Hindia.
Menurutnya, peluang tersebut dapat dikembangkan melalui potensi pariwisata, kuliner, produk kreatif dan pariwisata berbasis komunitas.
“Tentu Sumatra Barat tidak dapat membangun semuanya sendirian. Karena itulah kami melihat IORA bukan sekadar forum antarnegara, tetapi jaringan untuk membangun pasar dan kemitraan,” tutur Gubernur Mahyeldi.
Saat ini, IORA mempertemukan 23 negara anggota di kawasan Samudra Hindia. Bagi Sumbar, jejaring tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan potensi daerah dengan pasar dan mitra internasional, khususnya melalui pengembangan pariwisata dan investasi.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Mahyeldi menyampaikan tiga starting points yang dapat dikembangkan bersama mitra IORA, yakni Mentawai, Padang – Mandeh dan Bukittinggi, serta Sawahlunto.
Ketiga kawasan tersebut menjadi bagian dari potensi Sumbar yang dapat diperkenalkan dalam jejaring kerja sama kawasan Samudra Hindia.
Kesiapan Sumbar itu kemudian diperkuat dengan usulan agar Padang menjadi tuan rumah IORA pada 2027.
Momentum tersebut dinilai memiliki makna khusus karena IORA akan memasuki usia 30 tahun pada 2027, sedangkan Padang juga memiliki pengalaman dalam perjalanan IORA setelah menjadi tuan rumah Council of Ministers Meeting pada tahun 2015.
“Tahun 2027 memiliki makna khusus karena IORA memasuki usia 30 tahun. Padang juga memiliki legacy penting dalam perjalanan IORA. Oleh karena itu, kami mengusulkan Padang menjadi tuan rumah IORA 2027,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pengenalan potensi dan usulan penyelenggaraan forum, Mahyeldi juga menawarkan tindak lanjut melalui joint project screening dan site visits bagi calon mitra.
Langkah tersebut diperlukan agar peluang kerja sama yang dibahas dapat dilihat secara langsung, diuji kelayakannya dan dipertemukan dengan mitra, serta kebutuhan pengembangan di daerah.
Melalui forum bergengsi tersebut, Sumbar ingin membawa kerja sama kawasan Samudra Hindia dari jejaring diplomasi menuju kolaborasi ekonomi yang lebih konkret.
Usulan Padang sebagai tuan rumah IORA 2027, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Sumbar dalam jejaring kawasan dan membuka akses yang lebih luas terhadap investasi, pariwisata dan kemitraan usaha. I
