KKP Jamin Mutu Ikan yang Beredar di Masyarakat Selama Ramadan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meningkatkan pengawasan mutu untuk memastikan kualitas produk perikanan yang beredar di masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Menurut Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini, pengawasan mutu dilakukan menyeluruh, mulai dari aktivitas produksi di hulu sampai hilir.

“Jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap provinsi melaksanakan penguatan pengawasan jelang Ramadan dari hulu sampai hilir, melalui kegiatan surveilan, inspeksi maupun pengujian laboratorium berbagai parameter keamanan pangan,” tuturnya dalam siaran resmi di Jakarta.

Ishartini menuturkan, kegiatan pengawasan jelang Ramadan dilaksanakan mulai pertengahan Januari sampai masuk bulan puasa oleh 46 UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia.

Lokus pengawasan di hulu atau produksi primer meliputi surveilan dan inspeksi CBIB atau Cara Budidaya Ikan yang Baik di tambak – tambak ikan maupun kapal – kapal perikanan penyuplai rantai pasok domestik maupun ekspor.

Pada bagian hilir, pengawasan mutu menyasar UPI melalui surveilan/inspeksi HACCP maupun GMP/SSOP.

“Beberapa UPT yang telah melakukan kegiatan pengawasan mutu jelang Ramadhan sejak 15 Januari lalu di antaranya Stasiun PPMHKP Bengkulu, Balai PPMHKP Medan II, Stasiun PPMHKP Pontianak, Stasiun PPMHKP Kendari, dan Balai PPMHKP Medan I,” kata Ishartini.

Kepala Balai PPMHKP Medan I Nandang Koswara menambahkan, pihaknya telah melakukan pengawasan budidaya tambak ikan dan monitoring kondisi perairan Danau Toba, dengan hasilnya dalam kondisi baik dan laik konsumsi.

Senada dengan Nandang, Plt Kepala Stasiun PPMHKP Kendari Kasrida yang melaksanakan pengawasan mutu ikan di atas kapal di pelabuhan Kendari, mengatakan hasilnya juga baik.

Ikan – ikan berkualitas tersebut, dia menambahkan, siap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Sulawesi Tenggara selama Ramadan.

Baca Juga:  KKP Tuntaskan Pembangunan KNMP Toli - Toli Jelang Tutup Tahun 2025

“Selain inspeksi dan surveilan penerapan standar mutu dan keamanan pangan, uji laboratorium juga dilakukan untuk cegah food borne pathogen berjangkit kepada konsumen di antaranya uji E. Coli, salmonela, listeria serta uji histamin, formalin, logam berat dan toksin. Semuanya untuk pastikan masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” jelas Ishartini.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, komitmen KKP sebagai quality assurance body.

Penerapan sanitasi, higiene dan prinsip keamanan pangan pada rantai produksi tidak bisa ditawar – tawar lagi untuk menghadirkan produk perikanan yang bermutu, bergizi dan aman konsumsi bagi kebutuhan domestik dan ekspor. I

 

Kirim Komentar