Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempercepat pemulihan sektor kelautan dan perikanan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Hingga 15 Oktober 2026, sekitar 5.800 hektare tambak dan kolam telah kembali beroperasi di 27 kabupaten/kota, sedangkan ribuan pelaku usaha perikanan mulai kembali menjalankan aktivitas ekonominya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pemulihan dilakukan secara bertahap melalui rehabilitasi sarana produksi, penyediaan bantuan bagi pelaku usaha, perbaikan infrastruktur kelautan, dan perikanan yang terdampak bencana pada akhir tahun 2025.
“Pemulihan ini bukan hanya tentang memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak, tapi juga memastikan masyarakat kelautan dan perikanan dapat kembali berproduksi, bekerja dan memulihkan perekonomiannya,” ujarnya dalam rapat koordinasi perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kelautan dan perikanan di Kantor Kemendagri.
Dari total tambak dan kolam yang telah kembali beroperasi, seluas 5.707 hektare berada di delapan kabupaten/kota di Aceh, 73,67 hektare di Sumatra Utara dan 33,29 hektare di Sumatra Barat.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya KKP mengembalikan produktivitas usaha budidaya yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan dan sedimentasi pascabencana.
Guna mempercepat pemulihan lahan budidaya yang tertimbun lumpur dan material banjir, KKP menyalurkan bantuan 12 unit excavator.
Sebanyak 8 unit dialokasikan ke Aceh, 2 unit ke Sumatra Utara, masing – masing di Deli Serdang dan Tapanuli Tengah, serta dua unit ke Sumatra Barat, yakni Agam dan Padang Pariaman.
Penggunaan alat berat untuk mempercepat pembersihan dan perbaikan saluran, tambak, serta kolam sehingga kegiatan produksi dapat segera berlangsung kembali.
Di Aceh, KKP bersama Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat dan Wali Kota Langsa telah memulihkan 300 hektare tambak masyarakat di Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kota Langsa.
Selain itu, 120 hektare tambak udang di Aceh Timur telah kembali beroperasi. Pembudidaya di Pidie Jaya juga telah melaksanakan panen perdana udang vaname dari tambak yang dipulihkan.
Menteri Trenggono juga menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 5.706 petambak, 228 nelayan, 360 pengolah dan pemasar ikan, serta 506 petambak garam telah kembali bekerja.
“KKP berkomitmen menyelesaikan seluruh target kinerja hingga Desember 2026 dan melanjutkan program pemulihan sampai 2028 agar pemulihan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat dapat bangkit lebih kuat,” tuturnya. I
