Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode 10 – 11 Maret 2026.
Pada akhir dasarian pertama bulan Maret ini, tercatat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Indonesia.
Kejadian pertama di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan pada Minggu (8/3) hingga Senin (9/3).
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 25 hektare lahan yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan di wilayah ini.
Sumber api belum dapat dipastikan dan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Adapun lokasi yang terdampak meliputi Kecamatan Teluk Sebong, Desa Pengudang dan Kecamatan Gunung Kijang yang mencakup Desa Gunung Kijang, serta Kelurahan Kawal.
Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian ini. Namun, kerugian materil tercatat cukup signifikan dengan total 25 hektare lahan terbakar.
Rinciannya adalah seluas 10 hektare di Desa Pengudang, 3 hektare di Kelurahan Kawal, 5 hektare di Desa Gunung Kijang, 2 hektare di Lintas Timur Toapaya Selatan, dan 5 hektare di perbatasan Kelurahan Kawal, serta Desa Gunung Kijang.
Dalam upaya penanganan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau melakukan monitoring dan pemantauan intensif terhadap wilayah terdampak.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Bintan bekerja sama dengan tim pemadam kebakaran Toapaya melaksanakan proses pemadaman di lapangan.
Unsur yang terlibat dalam penanganan bencana ini antara lain BPBD Kabupaten Bintan dan Damkar Toapaya.
Perkembangan terkini, menunjukkan bahwa api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
BPBD setempat terus melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru dan memastikan wilayah terdampak aman dari risiko kebakaran susulan.
Selanjutnya, di wilayah Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur dilanda angin kencangĀ Senin, (9/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah di Desa Kepung, Kecamatan Kepung.
Hujan deras dan angin kencang ini mempengaruhi 5 Kepala Keluarga (KK) dengan total 5 unit rumah mengalami kerusakan ringan.
Sebagai langkah tanggap darurat, personil BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Kediri segera melakukan assessment di lapangan serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.
Penanganan saat ini masih berlangsung untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan kondisi rumah yang rusak segera diperbaiki.
Kejadian ini terjadi di tengah penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025.
Status siaga ini mencakup risiko banjir, tanah longsor, puting beliung dan rob selama 155 hari, mulai 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026, sehingga koordinasi antarlembaga tetap dioptimalkan untuk mengantisipasi bencana susulan.
Kondisi terkini, penanganan kejadian ini masih berjalan di bawah pengawasan personil BPBD Kabupaten Kediri, dengan prioritas pemulihan rumah terdampak dan mitigasi risiko bagi warga setempat.
Masih di Provinsi Jawa Timur, angin kencang juga melanda melanda Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Senin, (9/3), sekitar pukul 17.30 WIB, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa rumah, dengan 6 KK terdampak. Rinciannya, terdapat 4 unit rumah mengalami kerusakan ringan (RR) dan 2 unit rumah mengalami kerusakan sedang (RS).
Dalam menanggapi kejadian tersebut, BPBD Provinsi Jawa Timur segera melakukan asesmen dan koordinasi dengan perangkat desa setempat.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Mojokerto fokus pada penanganan pohon tumbang dan pembersihan material rumah serta pohon yang berserakan di lokasi kejadian.
Langkah – langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan kondisi lingkungan terdampak.
Kejadian ini berada dalam konteks status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025.
Status siaga ini mencakup potensi bencana banjir, tanah longsor, puting beliung dan rob selama 155 hari, mulai 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026.
BPBD Kabupaten Mojokerto, masih melakukan penanganan bencana dengan prioritas pemulihan rumah terdampak, pembersihan material dan mitigasi risiko bagi warga sekitar.
Dokumentasi terkait kejadian ini bersumber dari Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Timur.
Wilayah lainnya di Provinsi Jawa Timur, angin kencang melanda Dusun Belut, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Minggu, (8/3), sekitar pukul 14.00 WIB, hujan lebat disertai angin kencang.
Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah, dengan 7 KK terdampak. Total terdapat 7 unit rumah yang mengalami kerusakan ringan (RR).
Penanganan cepat dilakukan oleh personil BPBD Provinsi Jawa Timur dan Tim Reaksi Cepat (TRC PB) BPBD Kabupaten Jombang, yang melakukan asesmen di lapangan, serta koordinasi dengan perangkat desa setempat.
BPBD Kabupaten Jombang juga memberikan bantuan berupa terpal kepada warga terdampak untuk menanggulangi dampak sementara akibat kerusakan rumah.
Kejadian ini terjadi di tengah status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur, yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025.
Status siaga ini berlaku selama 155 hari, mulai 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026 untuk menghadapi potensi bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, dan rob.
Penanganan kejadian ini masih berlangsung oleh personil BPBD Kabupaten Jombang, dengan fokus pada pemulihan rumah terdampak, mitigasi risiko susulan dan pemberian bantuan darurat bagi warga setempat.
Di Provinsi Jawa Barat, terjadi cuaca ekstrim, hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa, (10/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah atap rumah milik warga di Desa Tamansari dan Desa Sukaluyu.
Dampak kejadian tersebut tercatat memengaruhi sekitar 12 kepala keluarga atau 55 jiwa.
Dari jumlah tersebut, 1 KK yang terdiri dari 4 jiwa terpaksa mengungsi akibat kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.
Kerugian materil meliputi 1 unit rumah mengalami rusak berat (RB) dan 11 unit rumah mengalami rusak ringan (RR).
BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat serta melaksanakan assessment di lokasi kejadian.
Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan dan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
Penanganan di lapangan turut melibatkan unsur aparat desa dan RT/RW setempat.
Kejadian ini berlangsung dalam masa Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor di Provinsi Jawa Barat sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Perkembangan terkini, rumah dengan kategori rusak ringan masih dapat dihuni oleh pemiliknya dan material kerusakan telah dibersihkan.
Sementara itu, rumah dengan kategori rusak berat masih memerlukan penanganan lebih lanjut karena belum diperbaiki.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi dukungan logistik tanggap darurat serta terpal untuk membantu warga terdampak.
Bergeser ke Provinsi Kalimantan Selatan banjir melanda wilayah Kabupaten Banjar Senin, (9/3), sekitar pukul 09.00 Wita, hujan dengan intensitas tinggi melanda menggenangi pemukiman warga di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam. Peristiwa ini berdampak pada 29 KK atau 61 jiwa.
Kerugian materil tercatat meliputi 32 unit rumah terdampak dan 2 unit fasilitas daerah (fasdah) mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten Banjar segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan melakukan asesmen lokasi terdampak untuk menilai kondisi warga, serta infrastruktur.
Upaya penanganan melibatkan unsur BPBD Kabupaten Banjar, TNI, Polri dan pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Koordinasi lintas unsur ini memastikan bantuan cepat dan mitigasi risiko susulan dapat dilakukan secara efektif.
Penanganan banjir masih berlangsung oleh personil BPBD Kabupaten Banjar, dengan prioritas evakuasi, pemulihan fasilitas dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Sementara itu kebakaran melanda di Gampong Alue Raya dan Gampong Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh Senin, (9/3) pukul 09.45 WIB, kebakaran lahan terjadi.
Kebakaran ini menghanguskan sekitar 2 hektare lahan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib, tapi upaya penanganan segera dilakukan untuk mencegah perluasan area terdampak.
Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, TNI, Polri, dan Tim PT. PAAL. TRC BPBD melakukan penyekatan di Gampong Suak Pante Breuh, sedangkan tim PT PAAL memfokuskan pemadaman di Gampong Alue Raya.
BPBD Aceh Barat bersama tim damkar Mako BPBD mengambil langkah awal dengan memutus arah penjalaran api.
Partisipasi masyarakat setempat juga turut membantu mempercepat proses pemadaman.
Kondisi mutakhir api telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan, serta pengawasan area terdampak masih dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak kembali muncul.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan upaya mitigasi terus dilakukan agar risiko kebakaran susulan dapat diminimalkan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diharapkan memantau perkembangan informasi cuaca dari instansi berwenang, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api maupun potensi bahaya di lingkungan sekitar.
BNPB juga mendorong pemerintah daerah melalui BPBD setempat untuk memperkuat kesiapsiagaan, melakukan mitigasi dini dan memastikan penanganan darurat dan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, serta terkoordinasi.
Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan. I






