Laporan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air pada 19 Maret 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dihimpun pada periode Rabu (18/3) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (19/3) pukul 07.00 WIB.

Banjir terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (17/3).

Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan berdampak pada 150 kepala keluarga atau 500 jiwa.

Saat ini, banjir telah berangsur surut dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan pendataan, serta koordinasi penanganan.

Selanjutnya, banjir juga terjadi di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (16/3).

Banjir dipicu curah hujan tinggi dengan durasi lama dan kondisi drainase yang kurang memadai sehingga menyebabkan genangan di jalan, serta permukiman warga.

Di wilayah Sulawesi Selatan, angin kencang melanda Kabupaten Bone pada Rabu (18/3).

Kejadian ini berdampak pada sekitar 27 kepala keluarga. Kerugian material tercatat rumah rusak berat sebanyak 5 unit, rusak sedang 2 unit dan rusak ringan 20 unit.

Saat ini, BPBD setempat masih melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Sementara itu, cuaca ekstrem terjadi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (18/3) yang mengakibatkan satu orang luka berat dan satu lainnya luka ringan.

Korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Masih di Provinsi Jawa Barat, banjir juga terjadi di Kabupaten Majalengka pada Rabu (18/3).

Kejadian ini berdampak pada 332 kepala keluarga atau 969 jiwa. Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi banjir telah surut total.

Selain itu, BNPB juga memantau kejadian abrasi pantai yang terjadi di Kabupaten Halmahera Timur.

Peristiwa ini berdampak pada 10 kepala keluarga atau 37 jiwa dan menyebabkan kerusakan pada 10 unit rumah, 1 unit talud penahan ombak sepanjang sekitar 200 meter, dan 7 unit perahu nelayan.

Baca Juga:  Dana Bersama Penanggulangan Bencana Solusi Berkelanjutan

Hingga Rabu (18/3), kondisi di lapangan masih dipengaruhi angin kencang dan gelombang yang memicu abrasi.

Gelombang pasang air laut juga terjadi di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, pada Rabu (18/3).

Kejadian ini berdampak pada sekitar 40 kepala keluarga. Hingga saat ini, kondisi gelombang tinggi masih berlangsung dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan muka air laut.

BNPB juga terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Hingga Rabu (18/3), total luasan lahan terbakar sejak awal tahun 2026 tercatat sekitar 318,92 hektare.

Pada hari yang sama dilaporkan adanya penambahan kejadian kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan luas sekitar 4,06 hektare.

Di Provinsi Riau, kebakaran hutan dan lahan masih terus dipantau. Berdasarkan data per Rabu (18/3), total luasan lahan terbakar sejak 1 Januari 2026 mencapai sekitar 2.343,10 hektare.

Pada hari yang sama, terjadi penambahan luasan terbakar sekitar 127,8 hektare. Upaya pemantauan dan penanganan terus dilakukan, termasuk patroli udara.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.

Masyarakat diharapkan untuk memantau informasi cuaca secara berkala, menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga diimbau untuk memastikan kesiapan personel, logistik dan peralatan guna mendukung upaya pengurangan risiko bencana, serta penanganan darurat secara cepat dan terkoordinasi. I

 

 

Kirim Komentar