Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia pada periode pelaporan Kamis (23/7) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (24/7) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, peristiwa yang mendominasi pada periode ini adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring dengan berlangsungnya musim kemarau.
Laporan karhutla pertama datang dari wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang terjadi pada Selasa (21/7), pukul 12.30 WIT.
Kebakaran bermula saat terlihat adanya asap dari arah Gunung Kali Ampat yang berada di wilayah Kelurahan Klagate dan Kelurahan Malamso, Distrik Malaimsimsa serta Kelurahan Malanu di Distrik Sorong Utara.
Pada pukul 18.30 WIT, mulai terlihat kobaran api di atas gunung tersebut. Cuaca panas dan angin kencang memicu kobaran api yang besar dan meluas. Namun, api berhasil dipadamkan di hari yang sama.
Selain di Gunung Kali Ampat, karhutla juga terjadi pada Kamis (23/7) di Gunung Woroth, Kelurahan Kakublik, Distrik Sorong Kota, pada pukul 14.00 waktu setempat. Hingga saat ini, proses pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Sorong melaporkan total lahan yang terbakar dari dua lokasi tersebut mencapai 3 hektare.
Sulitnya medan untuk menuju titik api serta minimnya peralatan menjadi kendala dalam upaya pemadaman api.
Saat ini, keputusan penetapan status siaga darurat karhutla sedang dalam proses penetapan oleh Wali Kota Sorong.
Status tersebut ditetapkan bertujuan untuk mendukung upaya percepatan penanganan, baik dalam bentuk pengerahan personel maupun anggaran.
Selanjutnya di Provinsi Jawa Timur, kebakaran melanda Gunung Karnglo yang berada di Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, pada Selasa (22/7) pukul 16.00 waktu setempat.
BPBD Provinsi Jawa Timur melaporkan hutan yang terbakar seluas 2 hektare. Titik berada jauh dari pemukiman warga, sehingga tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Beralih ke Provinsi Jawa Tengah. Kebakaran lahan melanda dua desa di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (22/7).
Kebakaran pertama melanda lahan tebu yang berada di Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan.
Selanjutnya kebakaran melanda rumpun bambu di Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo. Luas lahan terdampak mencapai 3 hektare.
Setelah laporan kebakaran yang diterima dari warga tersebut, BPBD Kabupaten Blora segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama dengan Damkar, Satpol PP dan masyarakat. Pada Kamis (23/7) api berhasil dipadamkan.
Masih dari Provinsi Jawa Tengah, kebakaran juga terjadi di Desa Trokerton, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Kamis (23/7) pukul 16.10 WIB.
Lahan seluas 6 hektare dilaporkan terbakar akibat adanya pembakaran rumput ilalang yang akhirnya menyebar ke lahan di sekitarnya.
BPBD Kabupaten Klaten segera menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. Api berhasil dipadamkan di hari yang sama pada pukul 17.45 WIB berkat upaya tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Relawan dan masyarakat sekitar.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi kering selama musim kemarau, termasuk kekeringan dan karhutla. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengoptimalkan langkah pengurangan risiko bencana.
Masyarakat juga diimbau untuk mendukung upaya – upaya pengurangan risiko bencana di tengah ancaman karhutla selama musim kemarau.
Menghadapi bahaya kekeringan, warga diharapkan bijaksana untuk memanfaatkan air dalam kebutuhan sehari – hari. I
