Laporan Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 4 September 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sejak Kamis, (3/9) pukul 07.00 WIB sampai dengan Jumat, (4/9) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan perkembangan yang diterima BNPB, kejadian tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran lahan, kebakaran tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta kekeringan yang berdampak terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah satu kejadian yang masih dalam penanganan adalah kebakaran lahan di TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga Kamis (3/9) pukul 18.30 WIB, titik api masih terlihat di Blok B, C dan D dengan luasan terdampak sekitar 3 hektare.

Kondisi angin yang cukup kencang turut menyebabkan asap tebal di sekitar lokasi.

Dampak kebakaran tersebut menyebabkan 75 warga untuk sementara mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo.

Data ini bersifat sementara dan masih dinamis seiring pendataan terhadap warga terdampak yang saat ini masih dilakukan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mendukung penanganan di lokasi.

Guna mempercepat pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta mengerahkan 4 unit mobil pemadam dan 3 unit mobil tangki air.

Dukungan juga datang dari BPBD Kabupaten Karanganyar dengan dua mobil tangki dan BPBD Kabupaten Boyolali dengan satu mobil tangki.

Selain pemadaman, petugas melakukan penyemprotan, pendinginan dan pemantauan untuk mencegah api kembali menyala.

Posko dapur umum juga disiapkan di kantor pemadam kebakaran, sedangkan bantuan logistik berupa masker, alat pelindung diri, air minum, tenda pengungsian, kasur dan selimut disiapkan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

Baca Juga:  BNPB Pastikan Penanganan Darurat Tanah Longsor Cilacap

Selain kebakaran di TPA Putri Cempo, karhutla juga masih terjadi di wilayah kepulauan Papua Barat Daya.

Kebakaran dilaporkan terjadi di Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 03.30 WIT.

Luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,25 hektare. Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membakar lahan untuk membuka kebun, kemudian api meluas ke kawasan gunung akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Tidak ada korban jiwa maupun luka – luka dalam kejadian tersebut. Namun, kondisi geografis Raja Ampat yang merupakan wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala dalam mobilisasi personel dan peralatan.

BPBD Kabupaten Raja Ampat bersama unsur Brimob, Batalyon, Polres dan Basarnas bergerak dari Waisai menuju Pulau Dayan untuk melakukan penanganan.

Peralatan yang dibutuhkan antara lain kendaraan angkut, alkon, selang air dan perlengkapan pendukung lainnya. Hingga Kamis (3/9), penanganan kebakaran masih berlangsung.

Di wilayah lain, kebakaran lahan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah berhasil ditangani.

Kebakaran terjadi di Kampung Kebon Manggu, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 14.20 WIB dengan luasan lahan terbakar sekitar 10 hektare.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api berhasil dipadamkan pada Kamis (3/9) setelah BPBD Kabupaten Cianjur bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke wilayah sekitar.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Karhutla dilaporkan terjadi di wilayah Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.30 Wita dengan luasan sekitar 5 hektare.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan tidak terdapat korban jiwa. Penanganan dilakukan BPBD bersama Relawan Satria, Relawan Loa Gagak, Relawan Loa Buah dan Taruna Siaga Bencana.

Baca Juga:  Komisi VIII DPR Apresiasi Kinerja BNPB

Api berhasil dipadamkan pada Kamis (3/9) sekitar pukul 23.20 Wita dan seluruh tim kemudian kembali dari lokasi.

Beralih ke Provinsi Lampung, kondisi musim kemarau, dampaknya juga dirasakan masyarakat melalui berkurangnya ketersediaan air bersih.

Di Kota Bandar Lampung, sumur warga dilaporkan mengering pada Kamis (3/9), sehingga berdampak terhadap 175 Kepala Keluarga (KK) atau 595 jiwa.

Dampak terbesar tercatat di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, dengan 155 kepala keluarga atau 535 jiwa.

Sementara itu, sebanyak 20 KK atau 60 jiwa terdampak di wilayah Teluk Betung Timur.

BPBD Kota Bandar Lampung melakukan pendataan dan koordinasi, sekaligus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Hingga Kamis (3/9), distribusi air bersih telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan 175 KK atau 595 jiwa.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. I

 

Kirim Komentar