Masyarakat Bisa Beli Beras SPHP 5 Pack Mulai Februari 2026

Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan menetapkan ketentuan bagi masyarakat untuk bisa membeli beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maksimal 5 pack per orang, yang mulai berlaku pada Februari 2026.

Menurut Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy, dalam upaya meningkatkan akseptabilitas beras SPHP di tahun 2026, pihaknya sedang menyelesaikan ketentuan tentang pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis penyaluran beras SPHP tahun 2026.

“Salah satunya dengan memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP. Semula batas maksimal pembelian berada di 2 pack per konsumen atau 10 kilogram (kg),” jelasnya.

Kedepan, lanjutnya, direncanakan batas maksimal pembelian beras SPHP tahun 2026 dapat berada di 5 pack per konsumen atau 25 kg.

Penerapan kebijakan pembelian beras SPHP maksimal 5 pack per orang berlaku di Februari 2026 karena pada periode Januari, pembelian beras SPHP masih berlaku kebijakan lama, yakni maksimal 2 pack per orang.

Sarwo menuturkan hal itu merujuk pada kebijakan Kementerian Keuangan melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog, dengan distribusi beras program SPHP diperpanjang hingga 31 Januari 2026.

Ketentuan tersebut melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah disetujui Kementerian Keuangan.

Selanjutnya mulai Februari 2026, sudah ada alokasi SPHP beras untuk 2026 sebesar 1,5 juta ton sepanjang tahun ini.

Jadi, Sarwo Edhy menambahkan, tidak ada jeda penyaluran beras SPHP untuk masyarakat. “Beras SPHP senantiasa hadir bagi masyarakat Indonesia sebagai pilihan konsumsi dengan harga yang terjangkau.”

Pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras SPHP dapat terjaga di berbagai lini pasar, sehingga dapat lebih mudah ditemui masyarakat.

Konsistensi penyaluran beras SPHP penting untuk stabilitas harga beras umum di pasaran.

Baca Juga:  Kebijakan Pengaturan Mobilitas pada Nataru 2024/2025 Disiapkan Kemenhub

Dalam Panel Harga Pangan Bapanas mulai terlihat pergerakan rata – rata harga beras medium secara nasional, meskipun masih berada tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, nantinya berkat proyeksi produksi beras bulanan secara nasional yang akan semakin tinggi karena mendekati panen raya, maka dapat mempengaruhi pergerakan harga menjadi lebih stabil.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 update per Januari 2026, produksi beras nasional di Januari dapat berada di 1,79 juta ton dan Februari dapat mencapai 2,98 juta ton.

Sementara itu, puncak panen raya diperkirakan di Maret 2026 dan April 2026 yang dapat mencapai hingga 5 juta ton pada setiap bulannya.

“Jadi, SPHP beras sudah kita buka untuk semua masyarakat, baik untuk pasar modern maupun pasar tradisional dan instansi yang akan melaksanakan program SPHP. Saat ini, juga sudah tersedia pula di ritel-ritel modern,” ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk mencoba mengkonsumsi beras SPHP, karena kualitas beras itu sejajar dengan beras medium yang ada di pasaran, dengan harga lebih murah, sehingga bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Apabila mendapati beras SPHP yang kualitasnya kurang sesuai, agar segera dilaporkan untuk penggantian,” tegas Sarwo Edhy. I

 

Kirim Komentar