Pasokan Pangan saat Lebaran 2026 Stabil dan Terkendali

Pasokan pangan nasional selama Lebaran 2026 stabil dan terkendali, sehingga menciptakan kondisi yang membahagiakan bagi petani, pedagang, serta masyarakat sebagai konsumen di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, Lebaran tahun ini disyukuri bersama, dengan produksi baik, stok cukup, harga stabil.

“Bahkan, petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau,” jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Menurut Mentan, pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar petani tidak rugi dan masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” ungkapnya.

Pengawasan harga dilakukan bersama lintas sektor untuk mencegah penimbunan dan permainan harga, khususnya pada momentum Ramadan dan Idulfitri.

“Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, berkah untuk semua,” ujarnya.

Mentan memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang dan pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kondisi itu membuat momentum Lebaran 2026 menjadi kebahagiaan bagi seluruh pihak, mulai dari petani sebagai produsen, pedagang sebagai pelaku distribusi, hingga konsumen sebagai masyarakat luas.

“Dari pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, harga berbagai kebutuhan pokok terpantau stabil dan stok tersedia cukup,” ujarnya.

Menurut Amran, keberhasilan menjaga stok dan stabilitas harga pangan merupakan hasil kerja bersama dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panen baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Terbitkan Panduan Idulfitri 1447 Hijriah

Mentan menambahkan, posisi stok nasional sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog saat ini sekitar 4,09 juta ton, beras yang beredar di masyarakat sekitar 11 juta ton hingga 12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton.

Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Produksi beras nasional juga menunjukkan tren peningkatan.
Panen raya di berbagai daerah sedang menunjukkan geliat hasil yang menggembirakan mengingat Maret 2026 merupakan saat di mana panen raya terjadi.

Peningkatan produksi ini memperkuat stok nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari, Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujarnya.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton, kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.

Mentan juga menyampaikan berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus.

Tercatat beras dengan ketersediaan 27,5 juta ton, kebutuhan 10,3 juta ton, maka neracanya surplus 17,2 juta ton.

Untuk cabai rawit, ketersediaan 409.000 ton, kebutuhan 304.000 ton, maka kondisi surplus 105.000 ton.

Begitupun untuk daging ayam, dengan ketersediaan 2,07 juta ton, kebutuhan 1,34 juta ton, angka surplus 727.000 ton.

Komoditas bawang merah ketersediaan 479.000 ton, kebutuhan 422.000 ton kondisi surplus 57.000 ton.

Selain itu, neraca cabai nasional pada Maret 2026 juga mengalami surplus produksi, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus sekitar 8.282 ton.

Baca Juga:  Kabandara Juwata Agus Priyanto; Motivasi Diri & Disiplin

Kondisi itu membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Mentan. I

 

 

 

Kirim Komentar