Pemerintah Akan Bangun Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik di 30 Lokasi

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy agar dipercepat.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), setidaknya ada 30 lokasi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang mencakup di 61 kabupaten/kota.

Dia menjelaskan bahwa jumlah total sampah yang akan tertangani mencapai 14,4 juta ton per tahun atau setara dengan 22,5%.

“Sebanyak 30 lokasi yang mencakup setidaknya 61 kabupaten/kota. Dulu memang ada, kita mengajukan untuk Bapak Presiden 34, tapi ada beberapa yang digabung, sehingga totalnya mencakup 61 kabupaten/kota,” jelas Menko Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).

Dia menuturkan, dari total tersebut, empat lokasi sudah tender dan siap dibangun, yakni di Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Kota Yogyakarta.

Mengenai lokasi proyek Bandung Raya Legok Nangka, Menko Zulhas menuturkan, masih dalam proses payung hukum melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang akan terbit satu hari hingga dua hari ke depan.

Namun, masih ada beberapa lokasi yang akan proses peralihan ke Perpres 109 tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Lokasi tersebut berada di Kota Palembang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Makassar.

Menko Zulhas menyatakan, enam lokasi PSEL yang siap dilelang oleh Danantara, yakni di Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, dan Medan Raya.

“Sudah diverifikasi oleh Danantara akan segera dilelang. Jadi sudah nggak ada rapat lagi ini,” tuturnya.

Di Provinsi Jakarta juga akan dibangun PSEL yang berlokasi di Bantar Gebang dan Tanjungan Kamal Muara.

“Tadi Gubernur Jakarta saya telepon langsung untuk minta waktu satu hari akan menyerahkan berkas – berkas soal lahan. Jadi, Jakarta Bantar Gebang, surat sudah, tapi lahannya belum. Saya sudah kontak, besok Gubernur akan menyerahkan bukti – bukti lahan atau tanah yang akan tempat dibangunnya waste to energy itu,” ungkapnya.

Menko Zulhas menyebutkan proyek di lokasi Malang Raya, Padang Raya, Pekanbaru, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, Bogor Raya dan Depok, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Jambi, Pontianak, Manado, serta Kota Bandung juga sudah siap.

“Jadi, dulu kami targetnya 34 lokasi. Ini 61 kabupaten/kota, walaupun jumlahnya 30 lokasi, karena ada beberapa aglomerasi atau gabungan,” jelasnya. I

Kirim Komentar