Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Giant Seawall

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka guna membahas berbagai isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, termasuk di antaranya terkait pengembangan, sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa.

“Kita tahu bahwa kondisinya hari ini menghadapi tantangan, baik dari land subsidence, penurunan permukaan tanah maupun banjir rob akibat naiknya permukaan air laut,” Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) dalam keterangannya usai pertemuan.

Dia menjelaskan, upaya tersebut menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura, sekaligus juga ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana.

Dalam pembangunan giant seawall, pemerintah tidak hanya berfokus pada perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menyempurnakan master plan pembangunan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

“Jadi tidak hanya dibangun giant seawall aja, tapi juga titik – titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Itu kita sedang melihat dan juga memberikan masukan, serta juga melakukan pengkajiannya,” ungkapnya.

Rosan menegaskan bahwa proyek tersebut diharapkan mampu melahirkan kawasan ekonomi baru yang dapat menggerakkan aktivitas investasi dan pembangunan daerah.

“Jadi, nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant seawall ini,” ungkap Rosan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap 15 segmen kawasan Pesisir Utara Jawa.

Setiap segmen, lanjutnya, memiliki karakteristik wilayah dan tantangan sosial ekonomi yang berbeda.

“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan,” kata Didit.

Pemerintah pun telah mengidentifikasi sejumlah kawasan prioritas sebagai alternatif awal pelaksanaan pembangunan giant seawall.

Meski demikian, Didit mengatakan bahwa pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap setiap titik agar pelaksanaan proyek dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat di masing – masing daerah.

Misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat dan lain sebagainya, lanjutnya, tapi untuk 15 segmen ada subsegmennya dan seksi – seksinya di dalamnya ini perlu ada harus ada kolaborasi.

“Untuk timeline kita sedang atur pelaksanaan kegiatannya ini dihitung backward planning berapa lama karena harus semua komponen dimasukkan,” jelas Didit.

Melalui proyek strategis ini, pemerintah ingin memastikan bahwa perlindungan kawasan pesisir berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi, peningkatan investasi dan penciptaan pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat Pantai Utara Jawa. I

Kirim Komentar