Pemerintah Dukung Potensi 42.000 Ponpes untuk Kemandirian Industri Nasional

Saatnya pondok pesantren (ponpes) semakin berdaya, mandiri dan menjadi kekuatan ekonomi umat dengan menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta industri nasional.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan bahwa dengan adanya 42.391 ponpes di 34 provinsi, potensi ekonomi pesantren sangat besar, bahkan sekitar 44,2% ponpes telah memiliki aktivitas ekonomi.

“Pondok pesantren yang ada sekarang ini memiliki aktivitas ekonomi yang kuat, terutama berkembang di sektor agribisnis, konveksi dan perdagangan ritel, sehingga tidak hanya mampu menghidupkan pondok, tetapi juga masyarakat sekitar,” katanya saat menghadiri Forum Majelis Pemberdayaan Indonesia.

Potensi tersebut, dia menambahkan, tidak boleh berhenti sebagai aktivitas ekonomi skala local, bahkan ponpes perlu didorong naik kelas menjadi bagian dari ekosistem industri nasional.

”Kementerian Perindustrian mendorong empat langkah utama memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kewirausahaan santri, meningkatkan hilirisasi, standardisasi produk, memperluas akses pembiayaan, teknologi dan pasar, serta memperkuat kelembagaan ekonomi pesantren,” jelas Wamenperin Riza.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pertumbuhan pelaku industri atau Wirausaha Baru (WUB) di lingkungan pondok pesantren, dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki melalui program Santripreneur.

Dia menuturkan, model seperti One Pesantren One Product (OPOP) yang berkembang di Provinsi Jawa Timur juga menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki kemampuan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru ketika mendapat pendampingan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Tentu masih ada tantangan, mulai dari kapasitas manajerial, legalitas usaha, akses pembiayaan, penguasaan teknologi, standardisasi produk hingga konsolidasi antarpesantren,” ungkap Wamenperin Riza.

Menurutnya, kesemua itu tidak hanya dikerjakan pondok pesantren beserta para santrinya, melainkan juga membutuhkan kolaborasi pemerintah, pesantren dan dunia usaha.

Wamenperin Riza menegaskan bahw ponpes bukan hanya tempat mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mencetak wirausaha, membuka lapangan kerja, menciptakan produk bernilai tambah dan memperkuat industri dalam negeri.

Baca Juga:  Kemenag Perkuat Komitmen untuk Pesantren

“Mari kita dorong pesantren menjadi pilar kemandirian ekonomi masyarakat dan kekuatan industri nasional, menuju Indonesia yang semakin berdaya,” tegasnya. I

 

 

 

Kirim Komentar