Pemerintah Lanjutkan Program Magang dan Vokasi pada Semester II/2026

Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026, yang terdiri atas delapan kebijakan dalam tiga pilar utama.

Salah satu fokus kebijakan tersebut adalah program magang dan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

Menko Airlangga mengatakan, pemerintah akan mendorong pelaksanaan program magang dan vokasi pada Semester II/2026 sebagai bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat,” jelasnya.

Dalam paket stimulus tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp6,26 triliun, terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150.000 peserta dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi.

Program vokasi diprioritaskan bagi 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Mennaker Yassierli menjelaskan, program Magang Nasional 2025 (MagangHub) menunjukkan hasil positif.

“Program ini menjaring 102.600 peserta dari 370.500 ribu pendaftar yang ditempatkan pada 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Peserta memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26% menyatakan, puas atau sangat puas terhadap program Magang Nasional.

Dari sisi manfaat ekonomi, 67,13% responden menyatakan program tersebut membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi peserta dan keluarganya.

Baca Juga:  Menaker Buka Kick Off Quick Wins Pelatihan Vokasi di BBPVP Serang

Survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang juga menunjukkan hasil positif, dengan 84,13% menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang.

“Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II,” tutur Menaker.

Berdasarkan penilaian 22.297 mentor, sebanyak 65,55% peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program.

Penilaian juga menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan.

“Rata – rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta dan dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor,” ungkapnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja, diikuti sektor perdagangan besar dan industri pengolahan.

Sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.

“Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85% data peserta magang,” jelasnya.

Menaker menegaskan, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penguatan infrastruktur pelatihan.

“Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. I

 

Kirim Komentar