Pemerintah Pastikan Pasokan Bahan Baku Plastik Tetap Aman

Perusahaan dapat memperkuat market intelligence dan mendorong perlindungan pasar domestik dari impor produk jadi plastik agar industri dalam negeri tetap kuat, serta kompetitif.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan hal tersebut, menyusul berbagai isu kelangkaan bahan baku plastik yang ramai diperbincangkan setelah kondisi geopolitik di wilayah Timur Tengah.

“Bahkan, saya mengunjungi PT Argha Karya Prima Industry Tbk. untuk meninjau langsung kondisi industri plastik hilir di tengah isu kelangkaan bahan baku yang ramai diperbincangkan,” katanya.

Maka dari itu, Wamenperin Riza menghimbau agar pelaku industri terus memperkuat market intelligence, khususnya dalam mencermati distributor yang masih menahan harga meskipun tren harga bahan baku mulai menurun.

Selain itu, katanya, perlindungan pasar domestik dari impor produk jadi plastik juga perlu diperkuat, terutama untuk produk yang sebenarnya sudah mampu dipenuhi oleh industri dalam negeri, seperti karung beras.

Saat ini, manajemen PT Argha Karya Prima Industry Tbk. menjelaskan bahwa pasokan bahan baku plastik dari Timur Tengah ada kendala, tapi perusahaan dapat mengalihkan pasokan bahan baku dari negara – negara ASEAN, seperti Vietnam, Tailan, Singapura hingga Tiongkok.

Meski demikian, Wamenperin Riza menambahkan, harga bahan baku mengalami kenaikan cukup tajam dari US$900 per ton menjadi US$1.600 per ton.

“Jadi, sebagai produsen lembaran plastik fleksibel, PT Argha Karya Prima Industry Tbk. menyampaikan bahwa kegiatan produksi tetap berjalan normal, meskipun sempat menghadapi tantangan pasokan bahan baku dari kawasan Timur Tengah,” tutur Wamenperin Riza.

Manajemen PT PT Argha Karya Prima Industry Tbk. juga mengatakan bahwa mengatakan isu kelangkaan bahan baku tidak sepenuhnya benar, karena stok bahan baku dan kapasitas produksi nasional masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan paar domestik.

Baca Juga:  Kemenperin Optimistis Deregulasi Impor Tingkatkan Industri Tekstil

“Saatnya untuk memperkuat industri dalam negeri, dengan penguatan industri nasional harus dimulai dari keberpihakan pada produksi dalam negeri, efisiensi rantai pasok dan kolaborasi yang sehat antarpelaku industri,” tutur Wamenperin Riza.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) per April 2026, pasokan bahan baku plastik nasional dipastikan aman, meski harga plastik domestik mengalami kenaikan.

Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah mengganggu suplai dan menaikkan harga energi/petrokimia, mendorong Kemenperin menyarankan diversifikasi ke kemasan alternatif (kertas/kaca) dan memperkuat industri daur ulang.

Kemenperin juga memastikan pasokan bahan baku plastik nasional dalam kisaran aman hingga Kuartal I/2026, ditopang oleh koordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha.

Situasi tersebut dijadikan momentum oleh Kemenperin untuk mendorong inovasi industri kemasan yang lebih efisien dan ramah lingkungan melalui pengembangan kemasan hijau. I

Kirim Komentar