Pemerintah memutuskan hanya akan memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari – hari para murid masuk sekolah atau tidak diberikan ketika hari libur.
Hal ini menyusul evaluasi lintas kementerian/lembaga yang disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan di Jakarta.
“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin MBG diberikan selama enam hari, hari libur dikasih juga. Itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu, kita putuskan MBG diberikan saat hari sekolah, datang lima hari. Kalau libur Lebaran, kalau diberikan MBG juga tidak efektif. Jadi, itu libur tidak ada lagi hanya diberikan di hari sekolah,” kata Menteir Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Menko Zulhas).
Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester, dengan Kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.
Sementara itu, siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai dengan mekanisme libur sekolah pada sekolah atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.
Menko Pangan menambahkan, pemerintah juga menaruh perhatian lebih pada penyaluran MBG di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta daerah – daerah dengan tingkat stunting anak yang tinggi.
Menurutnya, distribusi MBG harus dapat menyesuaikan dengan kondisi di daerah tersebut, mulai dari segi kualitas menu makanan hingga jumlah pemberian kepada penerima manfaat.
“Tetapi yang 3T dan yang tinggi sekali stunting, tentu ada penanganan khusus. Selain lima hari sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi satu hari, karena tingkat stunting tinggi atau dia tinggal di daerah tertinggal, kemiskinan juga tinggi dan sebagainya. Itu adalah perlakuan khusus,” ujar Menko Zulhas.
Dia mengatakan, sejauh ini progres pemberian MBG untuk balita, ibu hamil dan menyusui tidak ada perubahan apa pun, karena dinilai sudah bisa berjalan dengan baik.
“Perlu disempurnakan saat ini, iya. Namun MBG untuk ibu hamil dan menyusui dan balita sangat penting, karena itu akan menentukan masa depan anak – anak kita yang pada akhirnya akan menentukan masa depan Indonesia. Tidak ada perubahan apa pun,” tutur Menko Pangan. I





