Pemerintah Selesaikan 108 Persoalan Kronis Bangsa pada 18 Bulan Pertama

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa berbagai persoalan strategis bangsa mulai berhasil diselesaikan dalam 20 bulan pertama pemerintahannya.

Hal tersebut disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, baru – baru ini.

Kepala Negara menjelaskan, pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan kronis bangsa pada 18 bulan pertama pemerintahan.

Seiring dengan berjalannya waktu, Presiden meyakini jumlah persoalan yang berhasil ditangani kini semakin bertambah seiring dengan berbagai capaian yang telah diraih.

“Dalam buku yang sudah dibagikan kepada saudara – saudara, telah dicatat 108 masalah kronis bangsa yang kita pecahkan melalui berbagai keputusan pada 18 bulan pertama pemerintahan. Sekarang, pemerintahan kita telah berjalan 20 bulan. Tentu sudah lebih banyak lagi persoalan yang kita selesaikan,” ujarnya.

Salah satu capaian yang disoroti Presiden adalah berdirinya Bank Emas Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia.

Menurut Presiden, dalam waktu satu tahun bank tersebut telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar US$20 miliar, yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional di mata dunia.

“Dalam satu tahun, bank yang kita dirikan satu tahun yang lalu, sekarang sudah mengelola emas senilai US$20 miliar. Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun – tahun mendatang, ini akan juga meningkat. Jadi, kita ternyata diam – diam, kita telah mencapai prestasi – prestasi yang berskala dunia,” tuturnya.

Di bidang reformasi hukum, Kepala Negara menegaskan pemerintah telah menaikkan gaji hakim yang selama 12 tahun tidak mengalami penyesuaian.

Pemerintah juga memprioritaskan penyediaan perumahan bagi para hakim guna memperkuat kehormatan, kesejahteraan dan integritas lembaga peradilan.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan pengampunan kredit macet bagi pelaku UMKM sejak November 2024, sehingga para pengusaha kecil dapat kembali melanjutkan usahanya.

Baca Juga:  Stok Beras Indonesia Capai 3,18 Juta Ton

Pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi desa juga terus dipercepat melalui pembangunan jembatan desa, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Presiden menuturkan bahwa hingga saat ini lebih dari seribu Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi, sedangkan pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi beroperasi pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, koperasi tersebut tidak sekadar menjadi badan usaha, tetapi juga akan dilengkapi gudang, cold storage, armada distribusi, gerai, bengkel alat mesin pertanian hingga menjadi penyalur barang – barang subsidi.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa,” ungkap Presiden.

Prabowo menekankan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri, tangguh dan berdaulat.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mempercepat pelaksanaan program – program strategis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata dan merata oleh seluruh rakyat Indonesia. I

Kirim Komentar