Pemerintah Targetkan Perbaikan 300.000 Sekolah hingga Tahun 2029

Presiden Prabowo Subianto menargetkan perbaikan sebanyak 300.000 unit sekolah dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari reformasi pendidikan nasional.

“Lima tahun saya ingin selesaikan 300.000 sekolah,” katanya dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) pada Minggu (22/3/2026).

Kepala Negara menjelaskan, pemerintah terus melakukan perbaikan fisik sekolah secara bertahap.

“Pada tahun 2025, pemerintah baru mampu merenovasi sekitar 17.000 sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 70.000 sekolah dan pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai 90.000 sekolah.

Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah juga mendorong transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi di seluruh sekolah di Tanah Air.

Program reformasi pendidikan ini mencakup peningkatan infrastruktur fisik hingga digitalisasi pembelajaran guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hingga kini, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 288.000 unit papan pintar interaktif (Interactive Flat Panel), termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Untuk menunjang perangkat tersebut telah dilengkapi materi pembelajaran digital yang mencakup hampir seluruh silabus.

Dengan begitu, siswa akan memahami pelajaran secara lebih interaktif sekaligus memudahkan guru dalam mengulang materi.

“Di tiap interactive ini ada software yang kita isi, hampir semua silabus pelajaran ada di situ. Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” tuturnya.

Presiden juga telah memerintahkan penyiapan sistem pengajaran terpusat untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru di berbagai daerah.

Melalui sistem tersebut, lanjutnya, para guru terbaik dapat mengajar secara jarak jauh bagi sekolah yang kekurangan tenaga pengajar, seperti guru matematika maupun bahasa Inggris.

“Nanti kita punya studio, guru – guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan interactive, kita bisa monitor di kelas,” ujar dia. I

Kirim Komentar
Baca Juga:  Kemenparekraf Targetkan 45.000 Pekerja Pariwisata Tersertifikasi Kompetensi pada 2023