Pemerintah Terus Perkuat Daya Saing sebagai Pemain Utama Industri Biofuel Global

Indonesia semakin menarik di mata investor asing sektor industri bioenergi, karena bahan baku dan tenaga kerja dari lokal.

Menurut Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, komitmen investor asing untuk mengembangkan industri bioenergi di Indonesia menjadi sinyal positif bagi percepatan hilirisasi, penguatan industri hijau dan optimalisasi potensi sumber daya lokal menuju swasembada energi nasional.

“Saya menerima audiensi dari Jiangxi Hontai New Energy Co., Ltd., perusahaan energi asal Tiongkok, yang menyampaikan rencana investasi strategis di Indonesia melalui pengembangan industri bioenergi berbasis pemanfaatan bahan baku lokal,” jelasnya.

Wamenperin Riza menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan baku lokal itu seperti minyak jelantah (used cooking oil), Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dan Palm Oil Mill Effluent (POME).

“Investasi bioenergi perusahaan Tiongkok ini menjadi peluang besar bagi industri di Indonesia, karena pemanfaatan bahan baku lokal menjadi kunci operasional perusahaan,” tuturnya.

Dia menyambut baik inisiatif investasi dalam sektor bioenergi tersebut dan menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan penuh.

“Proyek ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat hilirisasi sektor agro,” ungkap Wamenperin Riza.

Selain itu, lanjutnya, juga memperkuat kemandirian energi nasional melalui pengembangan biodiesel menuju B50 hingga B100 dan mendorong penerapan teknologi rendah emisi yang berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 75%.

“Saya berharap rencana investasi ini dapat segera ditindaklanjuti melalui pembentukan tim kerja bersama dan penyusunan roadmap investasi yang komprehensif,” jelas Wamenperin Riza.

Dengan sinergi dan koordinasi lintas kementerian, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, dia menambahkan, pembangunan pabrik berkapasitas sekitar 30 juta liter per bulan diharapkan dapat terealisasi secara optimal.

“Bahkan, diharapkan, pembangunan pabrik dapat memperkuat daya saing Indonesia sebagai pemain utama industri biofuel global, sekaligus menciptakan nilai tambah, lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ungkap Wamenperin Riza. I

Baca Juga:  SIMAK WAKTU DAN KETENTUAN DISKON 15% PAJAK PBB-P2 DARI PEMKAB BANDUNG BARAT

 

 

Kirim Komentar