Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan Pasar Baru dan Pecinan Lama sebagai kawasan kuliner berkelas dunia untuk menarik wisatawan.
Konsep tersebut mencakup penataan kawasan perdagangan, jalan sekitar dan pengembangan kuliner malam yang menjaga kebersihan lingkungan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rencana tersebut telah masuk agenda pemerintah, namun menunggu kesiapan pelaku usaha dan investor.
“Kalau itu memang konsepnya sudah masuk, tapi saya memang menunggu kepastian dari kesiapan para pelakunya dulu dan juga kerja sama dalam rangka pembangunan penyiapan lokasi,” jelasnya di Balai Kota Bandung.
Pengembangan kawasan akan menggunakan skema investasi antarswasta, sedangkan Pemkot Bandung berperan menata kawasan dan memastikan regulasi berjalan.
“Semuanya dalam format kerja sama investasi antarswasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya,” katanya.
Pemkot Bandung juga akan menata dan menertibkan kawasan agar aktivitas ekonomi berlangsung nyaman bagi pelaku usaha maupun pengunjung. “Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100% swasta.”
Farhan menyebutkan, konsep pengembangan menghubungkan Pasar Baru dengan Pecinan Lama sebagai destinasi kuliner dan ekonomi kreatif.
“Konsepnya sudah bagus. Nanti melibatkan area di Pasar Baru dan juga Pecinan Lama. Kerenlah,” ungkapnya.
Penataan kawasan akan dilanjutkan dengan pembenahan sejumlah ruas jalan kecil pada tahun 2027 untuk memudahkan akses pengunjung.
Ruas yang direncanakan dibenahi meliputi Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.
“Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan – jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya,” katanya.
Menurut Farhan, perbaikan jalan menjadi bagian penting untuk menciptakan kawasan kuliner yang nyaman, tertata dan mudah diakses wisatawan.
Konsep pengembangan mencakup Pecinan Lama sebagai bagian permanen dan kawasan kuliner malam dengan penataan kebersihan lingkungan.
Konsep kuliner malam tersebut menerapkan prinsip Datang Bersih, Pulang Bersih agar kegiatan ekonomi tidak meninggalkan persoalan sampah.
Pemkot Bandung juga membuka peluang shuttle khusus dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Husein Sastranegara Bandung menuju Pasar Baru dan destinasi lainnya.
“Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain,” ungkap Farhan.
Layanan tersebut nantinya dapat menghubungkan bandara dengan Pasar Baru, Dago dan sejumlah pusat aktivitas wisata Kota Bandung. I






