Pemerintah Kota (Pemkot Bandung) menyiapkan pembenahan 2.400 titik penerangan jalan umum di Jalan Soekarno-Hatta untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.
Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, penanganan tersebut melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan Pemkot Bandung.
Pembagian pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD Provinsi, serta APBD Kota tengah disusun.
“Tahun ini mudah – mudahan anggaran untuk PJU sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, baik dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kota, akan segera bisa dilaksanakan,” ujar Farhan di Antapani Tengah.
Dia menjelaskan, pembenahan menyeluruh diperlukan karena Jalan Soekarno-Hatta merupakan salah satu koridor utama mobilitas masyarakat Kota Bandung.
“Total kalau enggak salah mencapai angka 2.400 titik, hanya di Soekarno-Hatta saja,” katanya.
Pembenahan tersebut juga merespons keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan pada sejumlah bagian Jalan Soekarno-Hatta.
Pemkot Bandung turut menyiapkan desain PJU yang lebih aman untuk mengurangi risiko pencurian kabel pada fasilitas penerangan.
Farhan menyebutkan bahwa sistem penerangan, seperti di Jalan Layang Nurtanio dapat menjadi contoh dengan menempatkan lampu pada bagian atas. “Yang paling penting kita jaga kabelnya jangan ada yang nyolong lagi.”
Selain PJU, Pemkot Bandung menyiapkan pembenahan jaringan jalan yang menjadi penghubung menuju jalan nasional melalui pembiayaan lintas pemerintahan.
Rencana tersebut mencakup sejumlah jalur penghubung antarkawasan, termasuk infrastruktur sungai yang mendukung konektivitas menuju jaringan jalan nasional.
Penanganan juga diarahkan pada jalan penghubung kawasan ekonomi sekitar Pasar Baru, Pasar Ciroyom, Pasar Andir, Tegalega hingga Astanaanyar.
“Jadi, tahun depan jalur yang akan diperbaiki tidak hanya jalur jalan dan sungai yang menyambung ke jalan nasional, tapi juga jalan – jalan yang menghubungkan titik-titik perekonomian di Kota Bandung,” tuturnya.
Pembenahan infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan perjalanan, sekaligus memperlancar akses warga menuju kawasan perdagangan dan pusat aktivitas ekonomi. I
