Pemkot Yogya Percepat Pembangunan Ducting Fiber Optik

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mempercepat pembangunan ducting fiber optik sebagai bagian dari penataan infrastruktur telekomunikasi dan transformasi menuju kota modern berbasis digital.

Upaya ini dipaparkan langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dalam pertemuan dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) DIY yang digelar di Gedung Aset Kota Yogyakarta.

Dia menjelaskan, percepatan pembangunan ducting menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kabel udara yang selama ini masih mendominasi wajah Kota Yogyakarta.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu estetika kota yang dikenal sebagai destinasi wisata dan budaya, sekaligus berdampak pada kenyamanan ruang publik.

“Penataan infrastruktur telekomunikasi ini menjadi kebutuhan mendesak. Selain memperindah kota, juga mendukung penguatan ekosistem digital di Yogyakarta,” ujar Wawan.

Sebagai langkah awal, Pemkot Yogyakarta telah melaksanakan program Quick Wins melalui proyek percontohan di sejumlah ruas jalan utama, khususnya di pintu masuk kota.

Program ini diharapkan menjadi etalase perubahan yang dapat langsung dilihat masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik dan minat investasi dari sektor swasta.

Hingga saat ini, pembangunan ducting telah mencapai panjang 10.500 meter yang tersebar di 15 ruas jalan.

Beberapa di antaranya Jalan C. Simanjuntak, Jalan Laksda Adisucipto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Kenari di depan kompleks Balai Kota.

Sejumlah ruas jalan tersebut juga mendapatkan dukungan dari pihak swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Tidak berhenti di situ, Pemkot Yogyakarta juga telah menyusun rencana pengembangan ducting dengan total panjang mencapai 199.337 meter yang akan menjangkau 193 ruas jalan.

“Rencana ini dibagi dalam empat zona utama, termasuk kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang memiliki nilai historis tinggi dan menjadi perhatian dalam penataan kota,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Wawan, pembangunan ducting dilakukan dengan metode u-ditch dan pipa PVC.

Selain itu, penataan juga diintegrasikan dengan pemanfaatan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai titik penempatan fiber optik agar lebih efisien dan rapi.

Sebagai bagian dari penataan menyeluruh, Pemkot Yogyakarta turut melakukan pemotongan kabel udara dan pencabutan tiang fiber optik yang sudah tidak digunakan.

Menurutnya, langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesemrawutan visual sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan.

“Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk operator telekomunikasi, terus dilakukan secara intensif guna memastikan pembangunan berjalan lancar,” jelasnya.

Dengan percepatan ini, pihaknya optimistis dapat menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, nyaman dan siap bersaing di era digital.

“Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai kota wisata, sekaligus kota berbasis teknologi,” ujarnya.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari perwakilan APJII DIY Joko Prasetyo.

Dia menuturkan bahwa pihaknya sangat sepakat dengan paparan dan arah kebijakan yang disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta.

Menurut Joko, penataan ducting fiber optik menjadi solusi yang tepat untuk menciptakan infrastruktur telekomunikasi yang lebih rapi, aman dan berkelanjutan.

Dia juga menilai langkah ini akan memberikan kepastian bagi para penyedia layanan internet dalam mengembangkan jaringan di wilayah Yogyakarta.

“Kami sangat mendukung upaya Pemkot Yogyakarta. Penataan ini tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan internet bagi masyarakat,” ungkapnya. I

 

 

Kirim Komentar