Pemkot Yogya Selesaikan Padat Karya Infrastruktur 2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) telah menyelesaikan program padat karya infrastruktur tahun 2026.

Program padat karya yang tersebar di 10 kelurahan itu menyerap 300 pekerja dari warga sekitar, sekaligus sebagai upaya untuk memperluas kesempatan kerja, penghasilan dan meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan permukiman.

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan, atas nama Pemkot Yogyakarta dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi program padat karya infrastruktur tahun 2026 yang telah dilaksanakan.

Padat karya infrastruktur itu sejalan dengan tematik pembangunan Kota Yogyakarta 2026, yakni penguatan potensi daerah sebagai fondasi transformasi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta.

“Padat Karya bukan sekadar program membangun paving, talud, cor blok atau saluran air. Di dalam satu kegiatan, kita membangun dua hal, sekaligus yakni membangun lingkungan dan membangun kesempatan bagi masyarakat,” kata Agus saat penutupan dan peresmian padat karya infrastruktur di Tegalpanggung.

Dia mencontohkan, padat karya di wilayah Kelurahan Tegalpanggung berupa pembangunan paving dan cor blok, terlihat sebagai pembangunan lingkungan skala lokal.

Namun, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat seperti akses jalan kampu menjadi lebih baik dan nyaman, serta warga yang diberdayakan menjadi pekerja mendapatkan penghasilan.

Agus berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan infrastruktur.

“Itulah hakikat padat karya. Masyarakat bukan hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tapi ikut bekerja, ikut membangun dan akhirnya ikut memiliki hasilnya. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran publik dan tenaga masyarakat sehingga harus dipelihara bersama agar manfaatnya bertahan selama mungkin,” tuturnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari menambahkan, kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2026 dilaksanakan di 10 lokasi meliputi Kelurahan Giwangan, Purbayan, Cokrodiningratan, Kricak, Tegalpanggung, Rejowinangun, Gowongan, Pringgokusuman, Patehan, dan Prawirodirjan.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Siapkan Jalan Nasional dan Jalan Tol Operasional di Provinsi Sumut

Infrastruktur yang dibangun berupa talud permukiman, pemasangan paving, cor blok dan saluran air hujan.

Pelaksanaan kegiatan padat karya infrastruktur tahun 2026 menggunakan anggaran mencapai sekitar Rp2,4 miliar dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD).

Setiap lokasi padat karya melibatkan 30 orang tenaga kerja dari warga sekitar dengan lama pengerjaan selama 25 hari.

“Padat karya infrastruktur merupakan salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja, memberikan penghasilan, sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di lingkungan permukiman. Program ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat, semangat gotong royong dan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam membangun wilayahnya sendiri,” kata Heny.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Erna Nur Setyaningsih menyatakan, setiap warga yang dilibatkan sebagai pekerja dalam padat karya infrastruktur akan mendapatkan upah.

Misalnya untuk pekerja mendapat upah Rp113.000/hari dengan total masa kerja 25 hari, sehingga mencapai Rp2,8 juta.

Warga yang terlibat biasanya yang belum memiliki pekerjaan maupun pekerja serabutan atau tidak tetap.

Mengenai lokasi padat karya infrastruktur berdasarkan usulan wilayah. Pada tahun 2026 juga ada padat karya infrastruktur dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekitar Rp600 juta di Kelurahan Keparakan, Brontokusuman dan Pakuncen yang melibatkan sekitar 156 pekerja dari warga.

Pinitua Tuwanggana Kelurahan Tegalpanggung, Ilyas Putranta Nasution menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Yogyakarta atas pelaksanaan program padat karya infrastruktur.

Menurutnya, program itu bermanfaat untuk memperbaiki jalan kampung dan meningkatkan perekonomian masyarakat, serta berharap program itu dapat berlanjut tahun depan.

“Sangat bermanfaat untuk warga Tegalpanggung. Di samping perekonomiannya menggeliat dan banyak orang yang terserap jadi pekerja, karena sistemnya padat karya menggunakan tenaga manusia. Jalan ini dulu conblock dan kondisinya sudah rusak lepas – lepas. Kini sudah dipasang paving block,” jelas Ilyas. I

Baca Juga:  Sambang Kampung Klitren Pemkot Yogyakarta

 

 

Kirim Komentar