Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali melanjutkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema gotong royong di dua lokasi, yakni di Kelurahan Purwokinanti milik Oka Rahadian Behta dan di Kelurahan Wirogunan milik Partini.
Perbaikan rumah tersebut didukung berbagai pihak, di antaranya CSR dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY melalui DM Property sebesar Rp20 juta untuk masing – masing rumah.
Selain itu, bantuan material juga datang dari Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sebanyak 30 sak semen, 30 sak dari Dinas Pertanian dan Pangan, serta 30 sak dari Dinas Lingkungan Hidup.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa program perbaikan RTLH ini menyasar warga dengan kondisi hunian yang tidak sehat dan tidak layak, terutama yang dihuni kelompok rentan.
“Rumah seperti ini sangat tidak memenuhi syarat. Dapur, kamar dan WC menyatu, tidak sehat, apalagi dihuni anak kecil yang masih sekolah. Ini tentu memprihatinkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, perbaikan rumah dilakukan tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik APBD maupun APBN, melainkan melalui kolaborasi dan gotong royong berbagai pihak, sekaligus menjadi solusi untuk kasus rumah yang terkendala status administrasi lahan.
“Tanpa APBD, tanpa APBN, karena kadang tanahnya belum jelas secara administrasi. Tapi dengan gotong royong, ini tetap bisa diselesaikan,” jelasnya.
Hasto juga menyebutkan bahwa program serupa telah berjalan sebelumnya dan menunjukkan hasil signifikan.
Pada tahun 2025, sebanyak 82 unit rumah berhasil diperbaiki, dan pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 200 unit rumah.
“Target kita tahun ini, 200 rumah bisa diselesaikan dengan pola gotong royong seperti ini. Semoga semua berjalan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Partini (70), warga Wirogunan yang menjadi salah satu penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan para donatur.
Dia telah tinggal di rumah tersebut sejak lahir dan kerap menghadapi kondisi banjir karena berada di dekat sungai.
“Alhamdulillah, senang sekali rumah mau diperbaiki. Saya tinggal di sini dari kecil, sering kebanjiran juga,” ungkapnya. I
