Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berhasil meraih predikat Terbaik I dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 untuk kategori Pemerintah Provinsi di Tingkat Nasional.
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Bappenas.
“PPD tidak hanya menjadi instrumen penghargaan, tetapi umpan balik bagi kualitas perencanaan dan kinerja pembangunan daerah,” ujar Pambudy.
Dia menjelaskan, PPD 2026 diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah untuk menerjemahkan hasil penilaian menjadi perbaikan perencanaan pelaksanaan pembangunan yang selaras dengan prioritas nasional di daerah.
Penghargaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan inovasi guna mencapai sasaran pembangunan daerah.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam sambutannya usai menerima penghargaan mengatakan keterbatasan (anggaran) jangan menjadi halangan untuk melaksanakan pelayanan publik bagi rakyat.
“Karena wilayah dengan keterbatasannya akan memicu inovasi. Untuk apa? Inovasi untuk memberikan pelayanan publik memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.
Pemprov Jabar terus berupaya untuk memperbaiki pendidikannya dengan menambah jumlah sekolah, ruang kelas baru dan jumlah guru, sedangkan sisi pelayanan infrastruktur, pemerintah memastikan jalan bagus, lebar, panjang memiliki Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terang, dan terdapat CCTV yang terhubung.
“Pada layanan kesejahteraan publik, sanitasi dan perumahan masyarakat harus baik. Dari anggaran atau perbaikan rutilahu sebesar Rp17,5 juta, naik menjadi Rp40 juta, karena saya ingin meningkatkan derajat orang,” jelas Pambudy.
Tahun depan, Pemprov Jawa Barat semakin memperluas asuransi ketenagakerjaan dengan menyiapkan jaminan asuransi untuk tenaga kerja informal, seperti petani dan nelayan hingga 5,7 juta jiwa. I
